penerbanganJakarta, LiputanIslam.com–Tindakan tegas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang membekukan rute maskapai Air Asia jurusan Surabaya-Singapura diperkirakan akan berlanjut.  Kemenhum menyatakan tak mau pandang bulu terhadap maskapai yang melanggar izin terbang. Kemenhub pun mengancam akan membekukan rute dari maskapai yang terbukti “nakal”.

“Kita curiga ini tidak hanya AirAsia. Kita tidak diskriminatif, akan kita periksa airlines lain,” ujar Plt Direktorat Perhubungan Udara Djoko Murdjatmodjo, seperti dikutip Kompas, Senin (5/1/2014).

Dia menjelaskan, pemberian izin terbang hanya dikeluarkan oleh Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara. Oleh karena itu, kata dia, izin yang dikeluarkan Kemenhub harus menjadi acuan maskapai saat mengoperasikan pesawatnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid mengatakan, Kemenhub memperlakukan semua maskapai dengan cara yang sama. Oleh karena itu, apabila terbukti salah, semua maskapai akan dikenai sanksi yang sama beratnya dengan AirAsia. “Tidak ada diskriminasi. Semua akan diberikan sanksi apabila terbukti salah,” kata Hadi.

Sebelumnya, Kemenhub bertindak tegas kepada PT Indonesia AirAsia dengan membekukan izin rute Surabaya-Singapura. Kebijakan tersebut terhitung mulai tanggal 2 Januari 2015 sampai dengan hasil evaluasi dan investigasi kecelakaan pesawat QZ8501.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima permohonan izin dari Indonesia AirAsia terkait perubahan hari operasi untuk rute Surabaya-Singapura.

Oleh karena itu, Kemenhub pun sedang menginvestigasi siapa saja pihak yang terlibat dalam pemberian izin terbang AirAsia yang tidak sesuai dengan izin Kemenhub. “Sampai sekarang, surat permohonan perubahan hari operasi pun belum pernah diajukan kepada Ditjen Perhubungan Udara,” kata  Djoko Murjatmodjo.

Dia menjelaskan, berdasarkan surat No AU 008/30/6/DRJU DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014, AirAsia untuk rute Surabaya-Singapura diberikan izin terbang pada Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Namun, kenyataannya, AirAsia terbang pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

“Dengan dasar surat izin itu, pihak AirAsia harus menyampaikan jadwal resmi yang diberikan kepada bandara asal dan bandara tujuan dan segera menyesuaikan slot-nya masing-masing,” kata Djoko.

Lebih lanjut, kata dia, jika ada hari operasi yang tidak cocok dengan dengan slot di suatu bandara, pihak AirAsia wajib mengajukan permohonan perubahan hari operasi kepada Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. (fa/kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*