Washington, LiputanIslam.com—Jumlah kematian imigran akibat panas yang ekstrem di perbatasan AS-Meksiko meningkat 55% dalam sembilan bulan terakhir. Demikian penyataan dari pemerintah AS yang dirilis pada Senin (25/7/18).

Juru bicara Patroli Perbatasan AS, Salvador Zamora, mengatakan bahwa kematian akibat hawa panas ini diperkirakan akan terus meningat selama bulan-bulan musim panas.

“Kami bersiap untuk mengurangi kematian akibat hawa panas pada tahun lalu dan musim baru dimulai,” kata Zamora dalam wawancara lewat telepon. “Demografi imigran ilegal yang kami tahan, para keluarga dan anak-anak tanpa dampingan, mereka jauh lebih rentan.”

Menurut Zamora, para imigran termasuk anak-anak, masuk dari kawasan pegunungan sub-tropis ke perbatasan AS-Meksiko dengan kondisi kurang gizi dan kekeringan.

Organisasi HAM imigran seperti Border Angels mencatat, penyebab utama kenaikan jumlah kematian imigran adalah penggunaan kebijakan keamanan perbatasan yang diskriminatif, seperti kebijakan “toleransi nol”. Hal itu menyebabkan para imigran terpaksa melewati medan yang berbahaya.

“Kami telah melihat orang-orang melewati kawasan berbahaya, jadi meski lebih sedikit orang yang melewati perbatasan, lebih banyak orang meninggal,” kata pendiri Border Angels, Enrique Morones.

Morones menduga, agen Patrol Perbatasan menghancurkan sisa suplai air bagi para imigran. Salah satu bukti pengahancuran itu direkam di Arizona oleh sebuah organisasi kemanusiaan lain bernama No More Deaths.

Namun, juru bicara Patrol Perbatasan, Zamora, menyanggah bahwa penghancuran suplai air itu dilakukan oleh anggota dari agensinya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*