keluarga penumpangSepang, LiputanIslam.com — Keluarga penumpang pesawat hilang Malaysia Airlines MH370 menyerbu ruang konferensi pers di Hotel Sama Sama dekat Bandara International Kuala Lumpur pada Rabu (19/3). Konferensi pers reguler itu biasa dimulai sekitar pukul 17.30 waktu setempat.

Seorang wanita terlihat emosional menyerbu ruang konferensi pers. Ia yang diketahui bermarga Xu itu meratap dalam bahasa Mandarin. ”Kami tidak bisa menunggu lagi,” katanya berulang kali sambil menangis. Puluhan wartawan dan juru kamera ramai mengelilinginya.

Ia mengaku mewakili 20 anggota keluarga dari penumpang Cina yang raib bersama MH370. Xu mengatakan mereka semua tidak puas dengan pencarian dan penyelamatan yang dilakukan pemerintah Malaysia.

”Kami diberitahu mereka sedang mencari, tapi kami hanya diberitahu hal yang sama setiap hari, sebenarnya kemana pesawatnya pergi?” katanya. Keributan tak terhindarkan ketika pihak keluarga tampak sangat emosional.

Pihak keamanan akhirnya menghentikan keributan sesaat itu. Para anggota keluarga ini ditempatkan di ruang sekretariat kecil di sebelah ruang konferensi pers selama konferensi berlangsung.

Penumpang dan Awak MH370 Tak Bersalah
Dalam konperensi pers tersebut Pemangku Menteri Transportasi Hishammuddin Hussein mengingatkan semua pihak bahwa semua penumpang, pilot, dan kru pesawat itu tetap tidak bersalah sampai ada bukti baru.

“Kami ingatkan bahwa semua pilot, penumpang dan kru pesawat tetap tidak bersalah sampai ada bukti lebih lanjut,” kata Hishammuddin.

Sebelumnya, pihak kepolisian Malaysia telah melakukan pemeriksaan rumah pilot dan kopilot guna mencari informasi terkait pesawat MH370 yang hilang dan hingga hari kedua belas ini tidak diketahui keberadaannya.

Dari rumah kapten Zaharie Ahmad Shah, pihak kepolisian telah membawa alat simulator penerbangan untuk dilakukan penyelidikan.

Perkembangan pemeriksaan terhadap simulator tersebut menunjukkan beberapa data log sudah dihapus. Dari simulator itu ada tiga permainan penerbangan yaitu Flight Simulator X, Flight Simulator 9 and XFlight10.

Ini sedang diteliti pakar forensik, kata Kepala Polisi Negara Tan Sri Khalid Abu Bakar.Ia mengatakan bahwa data-data tersebut dihapus pada 3 Februari.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL