china_Mh370 relatifKuala Lumpur, LiputanIslam.com — Keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 mengecam usulan pemerintah Malaysia untuk menerbitkan sertifikat kematian bagi penumpang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Usulan tersebut dianggap keterlaluan tanpa bukti konkret mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat itu.

Pernyataan resmi disampaikan perwakilan keluarga penumpang MH370 menanggapi keterangan otoritas Malaysia dalam pertemuan dengan keluarga penumpang di Kuala Lumpur, pada akhir pekan lalu. Dalam pernyataan ini, keluarga penumpang menyebut dirinya “United Families of MH370”.

“Kami, keluarga penumpang MH370, meyakini bahwa, sampai mereka memiliki bukti konklusif bahwa pesawat jatuh tanpa adanya korban selamat, mereka tidak memiliki hak untuk berusaha menyelesaikan kasus ini dengan menerbitkan sertifikat kematian dan pembayaran akhir,” tegas pernyataan keluarga penumpang MH370 seperti dilansir AFP, Rabu (23/4).

Dalam pertemuan dengan keluarga penumpang, seorang pejabat Malaysia mengatakan, pemerintah akan mencari saat yang tepat untuk mengeluarkan sertifikat kematian bagi para penumpang MH370. Dia beralasan, sertifikat tersebut diperlukan oleh keluarga penumpang untuk mengurus pembayaran asuransi, menyelesaikan utang dan berbagai isu lainnya.

Secara terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia Hamzah Zaindun meminta keluarga penumpang untuk mulai mengirimkan proposal ke pemerintah untuk bantuan keuangan bagi keluarga penumpang MH370, meskipun pencarian masih terus dilakukan.

Namun sebagian besar keluarga penumpang tidak sepakat dengan saran dan usulan tersebut. Mereka menyebut otoritas Malaysia tengah melakukan ‘permainan kucing dan tikus’ atas nasib keluarga tercinta mereka yang ada di pesawat MH370.

“KAMI BENAR-BENAR MARAH, PUTUS ASA DAN TERKEJUT!” demikian bunyi beberapa penggal pernyataan tersebut, yang memang ditulis dengan huruf kapital.

Menanggapi keberatan keluarga penumpang ini, otoritas Malaysia belum bisa dimintai tanggapan.

 

Sudah 80% Area Pencarian MH370 Disisir Bluefin-21
Meski operasi pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 via udara ditunda kemarin, namun pencarian bawah laut tetap dilakukan. Dilaporkan sudah 80 persen area pencarian bawah laut yang disisir oleh kapal selam mini Bluefin-21.

Diterjunkan sejak pekan lalu, Bluefin-21 kini nyaris menyelesaikan misinya di Samudera Hindia. Otoritas terkait memperkirakan, misi Bluefin-21 akan selesai sekitar Rabu (23/4).

Kapal selam mini yang dilengkapi dengan sonar dan mampu menyelam hingga kedalaman 4.500 meter ini memfokuskan penyisiran pada area berbentuk lingkaran dengan radius 10 kilometer yang berlokasi di dekat terdeteksinya sinyal diduga kotak hitam MH370. Namun sejauh ini, belum ada temuan signifikan dari pencarian Bluefin-21.

“Bluefin-21 sekarang sudah menyelesaikan lebih dari 80 persen area pencarian bawah laut yang menjadi fokus dan misi selanjutnya sedang dipersiapkan,” demikian pernyataan pusat koordinasi pencarian MH370, Joint Agency Coordination Centre (JACC) kepada Reuters, Selasa (22/4).

“Pencarian akan berlanjut. Kami sedang berkonsultasi sangat erat dengan mitra internasional kami demi yang terbaik di masa mendatang,” imbuhnya.

Selain via bawah laut, misi pencarian MH370 juga dilakukan via udara dengan melibatkan banyak pesawat militer dan kapal dari sejumlah negara. Militer AS, yang ikut dalam pencarian, menyatakan pencarian via udara akan tetap dilakukan untuk jangka waktu yang belum ditetapkan batasnya.

“Tidak akan ada perubahan terhadap misi kami, terbang selama 9 jam setiap harinya,” ucap pejabat armada US 7th Fleet, Commander William J Marks kepada Reuters.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL