mh370Beijing, LiputanIslam.com — Sekitar 50 anggota keluarga korban pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang tahun lalu mengungkapkan kemarahan kepada pemerintah Malaysia dengan menggelar unjuk rasa di Kedutaan Besar Malaysia di Beijing. Demikian kantor berita Antara melaporkan, Jumat (7/8).

Pada pendemo tersebut sempat bersitegang dengan polisi yang berusaha menghentikan mereka memasuki jalan menuju Kedubes Malaysia.

Ini adalah reaksi keluarga korban MH370 menyusul dipastikannya temuan bagian pesawat MH370 di Pulau La Reunion di Samudra Hindia, hari Rabu (5/8). Sebagian besar korban adalah warga Cina.

“Malaysia, carilah penumpang-penumpang itu,” teriak beberapa demonstran.

“Malaysia menyembunyikan kebenaran, Malaysia menunda pencarian,” teriak demonstran lainnya.

“Saya ingin tahu gerangan apa yang telah terjadi pada MH370. Saya ingin pemerintah Malaysia memberikan argumen yang bisa diandalkan, benar dan meyakinkan untuk meyakinkan kami, karena ini sudah lebih dari 500 hari,” kata perempuan yang anak perempuannya menjadi korban kecelakaan misterius itu.

“Kami meminta pemerintah Malaysia memberi kami penjelasan untuk hal ini,” kata Cheng Liping, yang suaminya menumpang MH370, menunjuk keanehan yang ditunjukkan Malaysia.

“Tak seorang pun dari pemerintahan Malaysia yang menunjukkan batang hidungnya.”

Sementara itu Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai mengatakan memahami keingintahuan keluarga korban MH370 mengenai apa yang telah menimpa orang-orang terkasihnya.

“Mereka cemas dan mereka berusaha mencari jawaban,” kata Liow kepada Reuters.

Brian Alexander, pengacara dari firma hukum Kreindler & Kreindler LLC Amerika Serikat, yang mewakili 48 keluarga penumpang MH370 dari seluruh dunia, menyatakan flaperon tidak cukup menjadi bukti untuk mengajukan gugatan hukum dalam hubungannya dengan kecelakaan MH370 itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL