goebbelsBerlin, LiputanIslam.com — Keluarga kepala propaganda regim Nazi Jerman Joseph Goebbels, menuntut penerbit besar asal AS, Random House, atas penerbitan buku biografi pembantu dekat Adolf Hitler itu.

Buku biografi Goebbels dibuat berdasarkan buku harian yang bersangkutan yang telah dilindungi hak cipta hingga akhir tahun ini. Random House awalnya setuju untuk membayarkan royalti, namun kemudian menolak dengan alasan Goebbels adalah penjahat perang.

Padahal beberapa penerbit lain yang memanfaatkan buku diari tersebut telah membayarkan royalti. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Minggu (19/4).

Buku biografi tersebut pertama kali diterbitkan di Jerman tahun 2010 dan pada bulan Mei mendatang baru akan diterbitkan di Inggris.

Cordula Schacht, yang ayahnya adalah seorang menteri regim Nazi adalah pemegang hak cipta atas buku harian Goebbels tersebut. Sang Ayah, Hjalmar Schacht, termasuk mereka yang diadili dalam pengadilan perang Nuremberg usai Perang Dunia II, namun dibebaskan dari tuduhan. Sementara Goebbels adalah salah satu pembantu terdekat Hitler.

Random House awalnya setuju untuk membayar royalti sebesar 1% dari penjualan buku biografi tersebut kepada keluarga Goebbels. Namun kemudian membatalkannya dengan alasan ‘moral’ untuk membayar kepada keluarga penjahat perang.

Penulis biografi Peter Longerich, seorang guru besar sejarah Jerman mengatakan kepada BBC bahwa perusahaan swasta tidak seharusnya diberikan hak untuk menguasai dokumen-dokumen sejarah penting.

Sumber-sumber sejarah mencatat Goebbels pada bulan Mei 1945, atau beberapa bulan sebelum menyerahnya Jerman dalam Perang Dunia II, meracuni ke-6 anaknya sendiri sebelum memerintahkan prajurit untuk menembak dirinya dan istrinya, Magda.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL