revolusi tunisiaTunis, LiputanIslam.com — Acara perayaan Revolusi Tunisia Tahun 2011 yang digelar di Istana Kepresidenan di kota Carthage, Tunisia, Rabu (14/1), diwarnai aksi unjuk rasa oleh keluarga korban revolusi.

Sebagaimana dilansir Press TV, para pengunjuk rasa itu menuduh pemerintah tidak memberikan kompensasi atas kematian anggota keluarga mereka. Akibat aksi tersebut, Presiden Beji Caid Essebsi menghentikan kegiatannya.

Jubir Kepresidenan Moez Sinaoui, membantah pemberitaan itu dan mengatakan bahwa Presiden telah menerima para pengunjuk rasa tersebut setelah peringatan.

Tunisia menjadi negara pertama yang dilanda apa yang disebut sebagai “Musim Semi Arab”, yaitu aksi-aksi demonstrasi menentang pemerintah di sejumlah negara Arab dan Mahribi (Afrika Utara). Akibat gerakan ini beberapa pemimpin negara tumbang dari kekuasaannya, termasuk pemimpin Tunisia, Mesir, Libya, dan Yaman. Namun Presiden Suriah Bashar al Assad masih bertahan dari gerakan ini.

Menurut PBB lebih dari 300 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam aksi penggulingan pemimpin Tunisia Ben Ali tahun 2011.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*