mh370 beijingBeijing, LiputanIslam.com — Keluarga korban jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH370 menggelar peringatan ke-6 bulan  bencana itu dengan penuh emosi, di Beijing, Senin (8/9).

Sebagaimana dilaporkan BBC News, sekitar 30 orang anggota keluarga korban menangis ketika mendengarkan seorang membacakan puisi di kuil Yonghegong Lama yang menjadi tempat peringatan.

Namun sebagian dari keluarga korban itu masih berhadap terjadinya keajaiban yang bisa mengembalikan keluarganya yang menjadi korban jatuhnya pesawat MH370.

Sejauh ini masih belum ada petunjuk yang bisa menunjukkan dimana keberadaan pesawat MH370 dan 239  penumpang dan awaknya yang hilang secara misterius saat terbang dari Kualalumpur menuju Beijing tanggal 8 Maret lalu.

Berdasarkan data satelit yang diperoleh penyidik, MH370 diduga kuat jatuh di sebelah selatan Samudra Hindia di sebelah barat kota Perth, Australia.

Tim penyelidik kini tengah mempersiapkan pencarian baru di area seluas 60.000 kilometer persegi setelah pencarian di area sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda positif.

Pera penyelidik masih yakin bisa menemukan pesawat MH370 kembali.

Ketua tim pencarian, Judith Zielke mengatakan kepada BBC bahwa para ahlinya tengah melakukan kajian mendapam untuk menetapkan area prioritas untuk dilakukan pencarian.

“Tujuan utama kami adalah memastikan lokasi pesawat secepat mungkin,” katanya.

Para ahli yang dipimpin oleh Biro Keselamatan Transportasi Australia tengah melakukan analisa terakhir, kata Zielke menambahkan.

Perusahaan asal Belanda yang terlibat dalam pencarian, Fugro Survey, akan melakukan pencarian di bawah laut dalam setelah analisa terakhir selesai dilakukan.

Sementara itu menejer proyek pencarian, Paul Kennedy mengatakan kepada BBC bahwa analisa kini terfokus pada area dasar laut dengan kedalaman antara 975 meter hingga 5.500 meter.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL