bergdahlHailey, Idaho, LiputanIslam.com — Keluarga Sersan Bowe Bergdahl, mantan tawanan Taliban yang dibebaskan dengan pertukaran 5 tahanan Guantanamo, mengalami berbagai ancaman. Hal ini menyusul berbagai kontroversi yang berkembang seputar pembebasan Berdahl dimana rekan-rekan sejawat Bergdahl menuduhnya telah melakukan pengkhianatan.

“Kami bekerjasama dengan mitra-mitra nasional dan lokal dan menyikapi setiap ancaman dengan serius,” kata agen khusus FBI William Facer kepada CNN, akhir pekan lalu.

Facer menolak untuk menyebutkan secara rinci bentuk-bentuk ancaman itu, demikian juga dengan pejabat militer AS yang bahkan menolak untuk berkomentar.

Kedua orang tua Bergdahl tidak pernah lagi terlihat di depan publik setelah pengumuman pembebasan Bergdahl minggu lalu setelah ditahan selama 5 tahun oleh Taliban.

Kabar ancaman tersebut bersamaan dengan berkembangnya tuduhan kepada Bergdahl bahwa ia telah melakukan tindakan desersi yang mengakibatkan beberapa rekannya tewas saat berusaha mencarinya, meski sampai saat ini tuduhan tersebut dibantah oleh militer AS.

“Sampai saat ini tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan itu,” kata seorang pejabat militer AS kepada CNN.

Namun mantan rekan se-peleton (satuan militer dengan jumlah personil sekitar 30 orang) Bergdahl Sersan Matt Vierkant, secara terbuka menuduh Bergdahl telah melakukan desersi (meninggalkan pos tanpa ijin) dan membuat beberapa rekannya mengalami luka-luka dan tewas saat berusaha mencarinya.

Pengakuan tersebut juga dikuatkan oleh pengakuan beberapa mantan rekan Bergdahl lainnya yang menyebutkan jumlah personil yang tewas saat mencari Bergdahl mencapai 6 orang.

Tuduhan serupa juga disampaikan oleh Sondra Andrews, ibu dari Letnan Darryn Andrews, yang tewas bulan September 2009. Ia menuduh anaknya meninggal saat berusaha mencari Bergdahl.

“Saya percaya anak saya dan beberapa prajurit lainnya tewas saat berusaha mencari Bergdahl,” kata Sondra kepada CNN. Ia mengaku mendapat informasi itu dari orang-orang dari satuan yang sama dengan Darryn.

Andrews menuntut militer untuk memberikan informasi yang benar tentang kematian Darryn dan mempertanyakan alasan mereka berbohong kepadanya.

“Saya ingin Bergdahl diberi kesempatan untuk menceritakan peristiwa yang terjadi, di hadapan sidang militer, dengan saksi-saksi yang memberikan keterangan dan mendapatkan kebenaran melalui itu, dan kemudian saya ingin melihat hukum yang benar-benar ditegakkan dengan menghukumnya (Bergdahl),” tambah Andrews.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL