nurul izzahKualalumpur, LiputanIslam.com — Keluarga tokoh oposisi dan mantan Deputi Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengajukan pengampunan Kerajaan atas hukuman perbuatan sodomi yang didakwakan terhadap Anwar.

Anwar Ibrahim dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun setelah Mahkamah Agung Malaysia beberapa waktu lalu menguatkan putusan Pengadilan Tinggi atas kasus yang membelit Anwar.

Berbicara kepada BBC News, Kamis (26/2), putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah, mengatakan keluarganya ‘akan melakukan segala upaya’ untuk membebaskan Anwar dari dakwaan kejahatan yang tidak benar.

Pada bulan Maret 2014 Anwar dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun oleh pengadilan tinggi setelah pada pengadilan sebelumnya ia dinyatakan bebas. Ia menuduh kasusnya adalah bermotif politik untuk mencegahnya berpolitik.

Anwar yang memimpin kelompok oposisi tiga partai dianggap sebagai kandidat paling potensial untuk melawan dominasi regim Barisan Nasional yang telah berkuasa sejak tahun 1957.

Dalam pembacaan vonis Mahkamah Agung tanggal 9 Februari lalu, Hakim Arifin Zakat mengatakan bahwa “terdapat bukti yang melimpah” tentang kejahatan Anwar. Keputusan itu langsung mengundang kemarahan para pendukung Anwar yang hadir dalam persidangan.

Pada tahun 2008 Anwar didakwa melakukan tindakan sodomi dengan pembantu prianya, namun pengadilan membebaskannya dari tuduhan itu pada tahun 2012. Pemerintah kemudian melakukan banding hingga akhirnya ia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.

Ini adalah dakwaan sodomi kedua yang dialami Anwar setelah pada tahun 1998 ia juga mendapatkan dakwaana yang sama. Namun kala itu ia dibebaskan dari dakwaan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL