ritght sector poroshenkoKiev, LiputanIslam.com — Ratusan anggota kelompok ultranasionalis Right Sector melemparkan granat asap dan suara di sekitar istana kepresidenan dalam aksi protes mereka terhadap sikap Presiden Poroshenko yang dianggap terlalu lemah dalam mengatasi konflik di Ukraina timur.

Sembari mengkritik Presiden yang telah memberikan status khusus bagi wilayah separatis Donetsk dan Luhansk demi menjaga kedua wilayah itu untuk tidak memisahkan diri, pemimpin kelompok tersebut mengancam akan membuat Presiden Poroshenko bernasib sama dengan pendahulunya, Victor Yanukovych, yang ditumbangkan oleh aksi-aksi demonstrasi massal.

Ketika peristiwa itu terjadi, Presiden Poroshenko sendiri tengah dalam kunjungan ke Kanada dan AS untuk mendapatkan dukungan politik dalam mengatasi konflik di Ukraina timur.

Sebagaimana dilaporkan Russia Today, Kamis (18/9), sekitar 300 anggota Right Sector yang marah mencoba menerobos gerbang istana kepresidenan yang dijaga oleh ratusa petugas keamanan. Dengan meneriakkan slogan-slogan nasionalisme, massa tersebut menuntut Presiden Poroshenko untuk membatalkan undang-undang yang telah disetujui parlemen pada hari Selasa (16/9).

Undang-undang yang memberikan status khusus bagi wilayah Lugansk dan Donetsk itu juga disertai dengan pemberian amnesti kepada mereka yang telah mengangkat senjata melawan pemerintah. Selain itu, bahasa Rusia yang banyak digunakan secara luas di Ukraina timur juga diakui sebagai bahasa resmi.

Undang-undang tersebut juga mengamanatkan diselenggarakannya pemilu lokal pada bulan Desember mendatang.

Pimpinan Right Sector, Dmitry Yarosh, dalam akun Facebook miliknya menyebutkan bahwa undang-undang itu sebagai anti-nasional.

“Kecuali jika Poroshenko memahami hal ini, kita akan memiliki Presiden dan Panglima AB baru di Ukraina,” tulis Yarosh dengan nada mengancam.

“Jika ada yang meragukan ancaman ini, silakan menulis surat kepada Yanukovich. Ia akan menjelaskan bahwa hal yang tidak mungkin itu bisa terjadi.”

Pada hari Selasa (16/9) anggota kelompok Right Sector juga terlibat bentrok dengan aparat keamanan yang menjadi gedung parlemen, setelah disahkannya undang-undang tersebut.

Right Sector telah dikenal luas dengan kebrutalannya, meski juga dianggap berjasa dalam menumbangkan regim Victor Yanukovich bulan Februari lalu. Berkali-kali anggota kelompok ini melakukan tindakan kekerasan terhadap pejabat dan politisi Ukraina yang dianggap sebagai “pengkhianat”.

Beberapa waktu lalu ratusan anggota kelompok ini mengepung gedung parlemen dan menuntut pengunduran diri Mendagri dan beberapa pejabat keamanan, setelah seorang pemimpin kelompok ini tewas ditembak aparat kepolisian. Aksi pendudukan ini berakhir setelah polisi disebut-sebut membebaskan beberapa anggota kelompok Right Sector yang ditahan karena terlibat kasus penyelundupan senjata.

Selama konflik separatisme di Ukraina timur, banyak anggota kelompok ini yang mengangkat senjata melawan para pemberontak.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL