Iraq tells UN ‘terrorist groups’ seize nuclear materialBaghdad, LiputanIslam.com — Kelompok teroris ISIS telah menguasai material nuklir yang berada di fasilitas penelitian di Universitas Mosul. Demikian informasi yang diberikan melalui surat oleh pemerintah Irak kepada PBB.

Surat yang ditulis oleh Dubes Irak untuk PBB itu meminta PBB untuk turut mencegah ancaman dari penggunaan material tersebut oleh teroris di Irak atau di luar negeri, pada saat Irak menghadapi ancaman pemberontakan.

Dalam surat tersebut, sebagaimana dilaporkan CNN, Dubes Irak untuk PBB Mohamed Ali Alhakim mengatakan bahwa “kelompok-kelompok teroris telah menguasai sekitar 40 kg uranium di departemen sains Universitas Mosul, setelah kota tersebut jatuh ke tangan ISIS.

Namun 2 pejabat AS mengatakan kepada CNN, Kamis (10/7) bahwa material tersebut tidak cukup untuk membuat senjata berbahaya.

Alhakim dalam surat tersebut, yang kopiannya diterima CNN, mengatakan bahwa material nuklir itu hanya digunakan dalam jumlah terbatas, hanya untuk keperluan penelitian. Namun betapapun material itu bisa disalahgunakan oleh para teroris, atau diselundupkan ke luar.

“Material itu bisa digunakan untuk membuat senjata pemusnah massal,” tulis Alhakim dalam suratnya.

Sementara itu Irak mengalami peristiwa tragis lainnya, hari Rabu (9/7). Sebanyak lebih dari 50 mayat ditemukan di sekitar kota Alexandria yang kebanyakan dihuni oleh warga Syiah. Di antara mayat itu terdapat juga mayat anak-anak.

Keterangan lengkap tentang mayat-mayat itu masih belum ditemukan, termasuk kapal orang-orang yang menjadi mayat-mayat itu dibunuh.

Tidak jauh dari Alexandria, sebanyak 5 orang tewas dan 17 lainnya terluka oleh ledakan bom mobil yang meledak di luar pengadilan di kota Hilla.

Hilla terletak 92 kilometer di selatan Baghdad dan merupakan kota terdekat di wilayah selatan Baghdad.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL