Self-defense-forces18514-640x360Donetsk, LiputanIslam.com — Anggota milisi separatis pro-Rusia di kota Donetsk telah membangun barikade di jalan utama menuju kota Donetsk untuk mencegah masuknya pasukan Ukraina. Dua pos penjagaan baru juga telah dibangun oleh para milisi di luar kota tersebut. Sementara barikade di dekat bandara internasional Donetsk, tempat terjadinya pertempuran sengit minggu lalu, juga telah diperkuat.

Sebagaimana laporan CNN, hari Minggu (1/6), di antara milisi yang terlibat dalam pembangunan barikade dan pos penjagaan tersebut adalah anggota Vostok Battalion, kelompok milisi sukarelawan asal Rusia, yang juga terlibat dalam pertempuran sengit di bandara Donetsk yang menewaskan puluhan anggota milisi setelah diserang oleh helikopter dan pesawat tempur Ukraina.

Menurut keterangan anggota milisi, Dimitri Alexevich, yang telah menjaga pos penjagaan di jalan raya menuju kota Mariupol sejak seminggu lalu, dirinya berkoordinasi dengan Vostok Battalion dan yakin bahwa milisi mampu mencegah serangan militer Ukraina ke kotanya.

Sementara itu sebuah aksi demonstrasi yang dihadiri sekitar 1.000 orang digelar di kota Donetsk, hari Sabtu (31/5). Dalam aksi tersebut 2 pemimpin utama separatis pro-Rusia, Denis Pushilin dan Alexander Borodai,  berpidato dengan penuh semangat.

Dalam wawancara dengan CNN seusai aksi demonstrasi, Borodai yang ditunjuk sebagai perdana menteri Republik Rakyat Donetsk, mengungkapkan harapannya bahwa lebih banyak lagi relawan asal Rusia yang bergabung dengan kelompok separatis. Ia juga menginformasikan telah mendapatkan kontak dengan utusan presiden terpilih Ukraina Petro Poroschenko. Namun ia masih menunggu apa yang akan ditawarkan Pososchenko selanjutnya. Bagaimana pun,  menurutnya, keinginan terbesar warga Provinsi Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri dari Ukraina adalah bergabung dengan Rusia.

Namun sementara kota Donetsk relatif tenang pada akhir pekan, jubir pemerintah Ukraina mengumumkan adanya 2 serangan terhadap militer Ukraina di Bandara Donetsk oleh milisi separatis. Penduduk membenarkan adanya suara tembak-menembak di dekat bandara. CNN juga melaporkan adanya konvoi-konvoi militer Ukraina yang mendekati Donetsk pada akhir pekan lalu.

Sementara itu 8 anggota pengawas dari Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE) serta seorang petugas penterjemah masih dinyatakan hilang sejak hari Senin (26/5). Mereka yang terbagi dalam 2 kelompok itu, diketahui telah ditahan oleh kelompok separatis di kota Donetsk dan Luhansk.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL