militan bodo indiaNew Delhi, LiputanIslam.com — Kelompok separatis di Provinsi Assam di Timur Laut India menyerang beberapa desa terpencil dan menewaskan setidaknya 62 warga, Selasa (23/12). Demikian pejabat kepolisian India menyebutkan.

Sebagian korbannya adalah wanita dan anak-anak dan dikhawatirkan angka korban yang tewas masih akan bertambah. Polisi menuduh pelakunya adalah kelompok separatis National Democratic Front of Bodoland (NDFB).

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Rabu (24/12), serangan terjadi di dusun-dusun yang mayoritasnya warga non-Bodo. NDFB memperjuangkan pendirian negara merdeka bagi warga Bodo di Provinsi Assam.

Polisi mengatakan serangan terjadi di desa-desa di Distrik Sonitpur dan Distrik Kokrajhar, Selasa (23/12) malam. Sedangkan di Distrik Kokrajhar setidaknya 25 orang tewas dan 10 orang terluka akibat serangan tersebut.

Aparat keamanan telah menerapkan jam malam yang tidak terbatas di Sonitpur, dimana 37 orang tewas termasuk 10 wanita, dan 14 orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban itu umumnya orang-orang desa yang bekerja di perkebunan-perkebunan teh.

Para saksi mata mengatakan kepada polisi bahwa para penyerang datang dengan berjalan kaki, membuka paksa pintu-pintu rumah warga dan melakukan penembakan membabi buta. Sebagian warga diseret dari dalam rumahnya dan ditembak di luar rumah.

Sementara itu pada hari Rabu (24/12) polisi menembakan senjata ke arah warga yang marah dan mengepung kantor polisi di Sonitpur, menewaskan 3 warga. Laporan-laporan juga menyebutkan 2 warga keturunan Bodo tewas diserang warga yang marah di Desa Karigaon.

Di masa lalu kelompok separatis Bodo menargetkan warga lokal non-Bodo dan pendatang Muslim sebagai sasaran serangan. Pada bulan Mei lalu sebanyak 32 orang Muslim tewas dalam 2 serangan terpisah di Distrik Kokrajhar dan Baksa. Pada tahun 1993 sebanyak 100 warga Muslim di Bansbari tewas diserang oleh kelompok separatis.

Warga keturunan Bodo telah memiliki dewan wilayah otonom yang dikuasai oleh Bodoland People’s Front (BPF). Namun mereka menganggap warga pendatang telah merebut banyak tanah yang secara tradisi adalah wilayah orang-orang Bodo.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL