nationalists-3Kiev, LiputanIslam.com — Ribuan anggota kelompok militan neo Nazi Right Sector menyerbu dan mengepung gedung parlemen, Kamis malam (27/3). Mereka menuntut Mendagri Arsen Avakov untuk mengundurkan diri karena terlibat pembunuhan pemimpin kelompok tersebut hari Selasa (25/3).

Mengenakan penutup kepala dan alat pemukul, mereka berusaha mendobrak pintu parlemen yang ditahan oleh ratusan personil keamanan di dalamnya, serta memecahkan kaca-kaca jendela.

“Avakov, keluar!” Teriak mereka menuntut mendagri keluar dari gedung parlemen.

Tanpa diketahui para demonstran, gedung parlemen saat itu sudah kosong kecuali berisi ratusan penjaga di dalamnya. Para politisi dan pejabat yang berada di dalamnya telah meninggalkan tempat tersebut melalui terowongan bawah tanah. Demikian laporan media Rusia RIA Novosti.

Setelah terlibat aksi saling dorong dan baku pukul dengan para penjaga, para demonstran akhirnya menarik diri dari gedung parlemen untuk kembali melakukan aksinya hari ini (28/3). Namun ratusan orang dari kelompok tersebut masih melakukan pengawasan terhadap gedung parlemen.

Menurut berbagai sumber hari ini parlemen Ukraina (Verkhovna Rada) akan mengadakan rapat untuk membahas pengunduran diri Avakov sesuai tuntutan demonstran. Ia dianggap bertanggungjawab secara pribadi atas penembakan yang menewaskan pemimpin Right Sector Aleksandr Muzychko, alias Sashko Bilyi, Selasa pagi (25/3) di kota Rovno. Tidak hanya pengunduran diri Avakov, demonstran juga menuntut penangkapan terhadap dirinya untuk diproses di pengadilan.

Pemimpin partai UDAR yang juga mantan juara tinju kelas berat Vitaly Klitschko, keluar dari gedung parlemen dan melakukan negosiasi dengan demonstran. Ia berhasil membujuk demonstran untuk tidak menyerbu gedung parlemen karena akan membuat situasi semakin kacau.

Pembubaran Right Sector

Sementara itu menyusul aksi penyerbuan gedung parlemen pada Kamis malam, para pejabat keamanan kini mempertimbangkan untuk membubarkan kelompok Right Sector. Demikian laporan Ria Novosti mengutip keterangan beberapa sumber terpercaya.

Menurut sumber-sumber tersebut, pertemuan membahas pembubaran Right Sector diikuti oleh Mendagri Arsen Avakov, Ketua Dewan Keamanana dan Pertahanan Andrey Parubiy, juga pemimpin partai nasionalis Svoboda, Oleg Tyagnibok.

Dalam rapat tersebut Avakov menyarankan pembubaran dan pelarangan kelompok Right Sector dengan alasan hal itu bisa membersihkan rezim Ukraina dari kaitan dengan kelompok-kelompok radikal yang membuat kredibilitas rezim dipertanyakan di mata internasional. Parubiy disebut-sebut setuju dengan usul itu, sementara Tyagnibok tidak memberikan sikap yang tegas.

Menurut laporan tersebut, “proposal” pembubaran Right Sector akan dibahas dalam forum yang lebih besar hari ini (28/3), kemungkinan melibatkan presiden dan perdana menteri rezim baru Ukraina.

Di sisi lain, Avakov melalui akun Facebook miliknya, hari ini mengumumkan akan mengeluarkan bukti-bukti kejahatan Aleksandr Muzychko dan proses penyidikan yang berujung pada penembakan terhadap dirinya oleh aparat keamanan.

“Kementrian Dalam Negeri akan membuka semua dokumen, bahan-bahan, video dan bukti-bukti rekaman suara,” tulis Avakov.

“Itu semua akan memberikan informasi lebih jelas kepada publik tentang aktifitas-aktifitas yang terkait dengan kasus ini. Semua orang bisa memutuskan sendiri siapa yang menjadi pahlawan dan siapa sebenarnya yang bandit vulgar,” tambah Avakov seraya menyebutkan tenggat waktu pengeluaran bukti-bukti tersebut, yaitu sekitar 2 hari.

Avakov mengklaim telah melakukan tindakana yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan terkait dengan penembakan Muzychko, dan telah memerintahkan dilakukan penyidikan atas penembakan tersebut.

Kelompok Right Sector memiliki kaitan sejarah kuat dengan kelompok-kelompok ultranasionalis Ukraina yang berjuang bersama Nazi Jerman memerangi pasukan Rusia (Uni Sovyet) di era Perang Dunia II. Selama aksi-aksi demonstrasi di Ukraina akhir tahun lalu hingga tergulingnya Presiden terpilih Victor Yanukovych tgl 21 Februari lalu, kelompok ini memainkan peran sangat penting. Dengan jumlah personil yang mencapai ribuan, kelompok inilah yang “berhasil” memaksa Yanukovych melarikan diri ke Rusia setelah merasa keamanannya jiwa dan keluarganya terancam, meski telah tercapai kesepakatan damai antara oposisi dan pemerintah pada tgl 21 Februari.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL