GERMANY-EXTREMISM-ISLAM-NPD-PROTESTBerlin, LiputanIslam.com — Jika musisi Ahmad Dhani membuat gempar Indonesia bahkan dunia dengan gaya pakaian model neo-Nazinya, maka Jerman saat ini tengah digemparkan oleh fenomena munculnya sebuah kelompok neo-Nazi baru yang disebut sebagai ‘Nipster’.

Kelompok baru ini adalah perpaduan antara neo-Nazi dengan subkultur “hipster” Jerman, yang terekspresikan dengan janggut, tas “tote”, bandanas bertuliskan slogan-slogan Nazi. Media massa Jerman menyebut kelompok ini sebagai Nazi-hipsters atau “nipsters”. Demikian laporan Russia Today, Kamis (26/6).

Video anggota-anggota baru kelompok telah banyak diunggah di media-media sosial seperti YouTube, Tumblr dan Instagram dan menarik perhatian kaum muda Jerman. Meski demikian kelompok ini tidak menyebut diri sebagai “nipster”.

Istilah “nipster” sendiri dipopulerkan oleh majalah Rolling Stone setelah baru-baru ini mewawancarai Patrick Schroeder dari Bavaria, Jerman, salah seorang tokoh neo-Nazi Jerman.

Schroeder telah menggelar seminar-seminar yang memperlihatkan bagaimana pengikut neo-Nazis berpakaian tanpa menimbulkan ancaman bagi orang lain. Lebih jauh ia bahkan menghimbau kelompok subkultur lain seperti hip-hop, bisa bergabung dengan gerakan neo-Nazi.

“Jika definisi nipster diterima oleh masyarakat umum, maka saya melihatnya sebagai masa depan gerakan ini,” kata Schroeder kepada Rolling Stones.

Gerakan neo-Nazi yang selama ini dianggap sebagai ancaman, kini mulai diterima oleh masyarakat Eropa. Hal ini tampak pada terpilihnya tokoh neo-Nazi Perancis Marine Le Pen, pemimpin partai Front National, sebagai anggota parlemen.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL