365220_Benghazi-clashesBenghazi, LiputanIslam.com — Kelompok militan Islam Ansar al Sharia melakukan serangan balik terhadap kelompok-kelompok militer pendukung Jendral Khalifa Haftar di Benghazi, Senin (2/6). Setidaknya 15 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat tembak-menembak antara kedua kelompok itu.

Pertempuran pecah setelah tengah hari ketika pasukan Ansar al Sharia mengepung markas pasukan khusus Libya yang bersekutu dengan Jendral Haftar di Benghazi. Demikian keterangan penduduk yang dibenarkan oleh Kolonel Mohammed al-Hijazi, jubir kelompok militer bentukan Jendral Haftar, Libyan National Army.

Pertempuran kemudian meluas ke berbagai bagian kota terbesar kedua di Libya itu hingga malam dan dini hari. Asap tebal pun terlihat mengepul di udara sementara bunyi tembakan dan ledakan terdengar di berbagai tempat.

Pertempuran ini terjadi lebih dari 2 minggu setelah jendral pensiunan Khalifa Haftar, secara sepihak dan tanpa persetujuan pemerintah dan militer Libya, melakukan serangan gencar terhadap kelompok-kelompok militan Islam di Benghazi. Selain didukung kelompok-kelompok paramiliter (milisi bersenjata), Jendral Haftar yang terlibat dalam aksi penggulingan rezim Khadafi ini juga mendapat dukungan pasukan militer reguler Libya di Benghazi. Jendral Haftar bahkan menggunakan helikopter militer dalam serangan tanggal 16 Mei lalu itu.

Kebanyakan korban yang dirawat di RS Al-Jalaa Hospital, Benghazi, hari Senin (2/6) adalah anggota militer Libya. Di antara korban yang tewas adalah putra Direktur Kesehatan Benghazi setelah sebuah bom meledak menghantam rumah sang direktur.

Rumah-rumah sakit di Benghazi menyerukan tambahan pasokan darah, sementara aparat keamanan memerintahkan warga untuk menghindari lokasi pertempuran.

Pertempuran kali ini merupakan yang terhebat sejak serangan Jendral Haftar bulan lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang.

Penduduk melaporkan dalam beberapa hari terakhir, pasukan yang loyal terhadap Jendral Haftar melakukan serangan udara atas posisi-posisi kelompok Islamis. Sasaran utama serangan tersebut adalah kelompok Ansar al Sharia, yang oleh AS telah dicap sebagai kelompok teroris.

Benghazi berubah menjadi ajang kekerasan sejak tumbangnya Khadafi tahun 2011. Pemboman, pembunuhan, penculikan dan penyiksaan menjadi peristiwa sehari-hari di kota ini. Korban terbanyak adalah aparat keamanan, disusul jurnalis, aktifis sosial, aparat penegak hukum dan warga asing. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas aksi-aksi tersebut, namun penduduk menuduh kelompok Ansar al Sharia sebagai pelakunya.

Aksi yang dilakukan Jendral Haftar sendiri telah membuat Libya terpecah. Beberapa kelompok politik dan terutama unit-unit militer, mendukung Haftar. Sementara kelompok Islamis, termasuk yang moderat, menuduh tindakan Haftar sebagai kudeta.

Pada hari Jumat (30/5) ratusan demonstran turun ke jalanan di kota Tripoli, Benghazi, dan beberapa kota lainnya mendukung Jendral Haftar.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL