bus attackNairobi, LiputanIslam.com — Kelompok militan Al Shabab dituding tengah berusaha memicu perang agama atas aksinya membantai 28 warga non-muslim di dalam bus penumpang, Sabtu petang (22/11).

Sebagaimana dilaporkan BBC News, penasihat senior President Uhuru Kenyatta, Abdikadir Mohammed, menyebut aksi tersebut sebagai “kejahatan yang keji” yang ditujukan untuk memicu konflik agama.

“Tujuannya untuk menciptakan konflik antara Muslim dan non-Muslims di negeri ini. Tujuannya menciptakan perang agama, pertentangan agama di Kenya,” kata Mohammed kepada BBC.

“Kami bersama-sama para pemimpin Muslim hari ini (Sabtu) mengutuk dengan keras aksi ini dan menyerukan kepada seluruh umat beragama untuk berdiri bersama melawan kejahatan keji dan kriminal-kriminala ini,” tambahnya.

Pada Sabtu petang (22/11), sejumlah anggota kelompok al-Shabab menghentikan bus penumpang di utara Kenya, dan menembak mati seluruh penumpang non-Muslim di dalamnya. Sebanyak 28 orang tewas dalam insiden itu.

Menurut penumpang yang selama, Ahmed Mahat kepada BBC, bus tersebut tengah dalam perjalanan menuju ibukota Nairobi ketika dihentikan di dekat kota kecil Mandera, tidak jauh dari perbatasan Somalia.

Orang-orang bersenjata itu kemudian memisahkan penumpang berdasarkan agamanya dengan memerintahkan mereka membaca ayat-ayat al Qur’an. Mereka yang tidak bisa membaca kemudian ditembak kepalanya.

Palang merah Kenya mengkonfirmasi jumlah penumpang yang tewas adalah 28 orang dari 60 penumpang yang berada di bus itu. Di antara yang tewas adalah 9 wanita.

Seorang saksi lain yang kebetulan non-Muslim, Douglas Ochwodho, mengatakan berhasil menghindarkan diri dari ekskusi setelah berpura-pura meminggal di antara mayat-mayat lainnya.

Al-Shabab yang mengakui aksi tersebut mengatakan melakukan hal itu sebagai balasan atas aksi pembunuhan orang-orang Muslim oleh pasukan Kenya di kota Mombasa baru-baru ini.

Minggu lalu polisi Kenya merobohkan 4 masjid di Mombasa, kota yang mayoritas berpenduduk Muslim. Polisi menyebut masjid-masjid itu digunakan sebagai gudang senjata para militan. Aksi ini menimbulkan aksi protes besar-besaran oleh kaum Muslim.

Otoritas Kenya mengatakan telah mengidentifikasi para pelaku dan berjanji akan menangkap mereka untuk diadili. Mendagri Kenya menyebut sebuah kamp milik kelompok Al Shabab telah dihancurkan dengan helikopter dan jet-jet tempur dan sejumlah anggota kelompok itu tewas.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL