militan hinduNew Delhi, LiputanIslam.com — Polisi negara bagian Uttar Pradesh, India, menyatakan larangan bagi kelompok militan Hindu untuk menggelar acara seremoni “pindah agama” di Hari Natal.

Mohit Agarwal, polisi senior di kota Aligarh, tempat dimana acara tersebut akan digelar, mengatakan bahwa “langkah tegas” akan dilakukan terhadap organiser acara tersebut jika tetap dilaksanakan juga. Demikian BBC News melaporkan, Senin (15/12).

Minggu lalu dikabarkan lebih dari 50 keluarga Muslim di kota Agra, telah pindah agama tidak atas kemauan sendiri setelah mereka dibohongi dan diiming-imingi dengan sejumlah imbalan menarik. Akibatnya beberapa keluarga Muslim lainnya meninggalkan kota itu untuk menghindari menjadi korban berikutnya.

Kelompok-kelompok HIndu menolak tuduhan itu, mengklaim bahwa perpindahan keyakinan itu dilakukan secara sukarela.

Masalah ini memicu kemarahan kelompok-kelompok oposisi di parlemen. Beberapa anggota parlemen dari kelompok oposisi menuduh kelompok-kelompok militan Hindu itu bersembunyi di bawah kekuasaan partai penguasa Bharatiya Janata Party (BJP) dan telah melanggar prinsip kesatuan dan sekularisme India.

Baru-baru ini seorang menteri wanita India, Niranjan Jyoti mengundang kecaman publik setelah menyamakan warga non-Hindu sebagai “pengikut bajingan”. Menanggapi kemarahan publik itu Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan bahwa dirinya menolak pernyataan Jyoti itu, namun ia juga menolak untuk memecatanya sebagai menteri.

Sementara pada hari Jumat (12/12) anggota parlemen dari BJP, meminta ma’af di hadapan parlemen setelah memuji-muji pembunuh Mahatma Gandhi sebagai “patriot”. Namun pada saat yang sama ia juga menuduh para pemimpin partai oposisi Congress sebagai penanggungjawab kerusuhan sektarian atas kaum minorits Sinkh tahun 1984 yang menewaskan ribuan orang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL