libya-militantsTripoli, LiputanIslam.com — Pertempuran sengit terjadi di dekat bandara Tripoli, Libya, antara pihak-pihak yang bersaing, Minggu (13/7). Setidaknya 6 orang tewas dan 25 terluka akibat pertempuran itu.

Sebagaimana laporan CNN, kelompok militan dari wilayah Zintan yang menguasai bandara tersebut mendapat serangan dari kelompok-kelompok saingannya yang berusaha merebut kawasan itu. Akibatnya seluruh penerbangan melalui bandara itu dihentikan.

Meski kelompok yang menyerang bandara tersebut diketahui berasal dari kelompok militan Islam, pertempuran ini tidak didasarkan motif idiologis dan lebih banyak karena persaingan kekuasaan.

Tripoli terbagi-bagi dalam beberapa wilayah yang dikuasai kelompok-kelompok militan yang secara rutin mendapat “bayaran” pemerintah untuk mengamankan tempat-tempat tersebut. Namun penguasa instalasi-instalasi vital seperti bandar mendapatkan imbalan lebih besar.

Ada laporan mengenai dilakukannya perundingan antara kelompok-kelompok yang bersaing untuk menghentikan pertempuran di bandara. Meski dikabarkan kelompok-kelompok itu telah sepakat untuk menghentikan pertempuran, kenyataan bisa jauh dari hal itu.

Kelompok militan Zintan menguasai wilayah bandara dan sekitarnya, 30 km selatan Tripoli, tidak lama setelah jatuhnya rezim Gaddafi tahun 2011.

Masih belum jelas siapa kelompok yang menyerang bandara, namun media-media Libya menyebutnya sebagai kelompok yang menamakan diri “Pasukan Stabilitas dan Keamanan”.

Kendaraan-kendaraan bersenjata berkumpul di sekitar wilayah itu Sabtu malam (12/7) sebelum pecah pertempuran keesokan harinya. Demikian keterangan saksi kepada CNN.

Paska jatuhnya rezim Gaddafi, Libya gagal membentuk pemerintahan yang kuat, dan pemerintah harus “berbagi” kekuasaan dengan kelompok-kelompok militan yang turut berperang melawan rezim Gaddafi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL