ku klux klanWashington DC, LiputanIslam.com — Sebuah studi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan tajam jumlah kelompok ekstremis di AS. Menurut studi tersebut, jumlah kelompok ekstremis meningkat dari 784 tahun 2014 menjadi 892 pada tahun 2015.

Organisasi penggiat HAM Southern Poverty Law Center (SPLC), menyebutkan, Rabu (17/2) bahwa peningatan tersebut dipengaruhi oleh kasus ‘bendera konfederasi’, pernikahan sesama jenis, gelombang imigrasi dan terorisme.

SPLC juga menemukan bahwa jumlah kelompok sipil bersenjata tahun lalu telah mencapai 998, naik dari 874 setahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh peristiwa perselisihan-perselisihan antara warga dengan aparat keamanan terkait perselisihan kepemilikan lahan peternakan, dan kekhawatiran bahwa pemerintah akan menerapkan pengetatan kontrol senjata api. Demikian seperti dilaporkan Press TV, Kamis (18/2).

Di sisi lain, SPLC juga menyebutkan bahwa terdapat peningkatan kasus anti-semitisme di kalangan warga kulit hitam, dari 113 kasus tahun 2014 menjadi 180 tahun 2015 lalu.

Tahun lalu kelompok kulit putih KKK yang anti warga kulit hitam, menggelar 300 pawai di negara bagian Carolina Selatan, setelah pemerintah setempat menurunkan bendera konfederasi yang menjadi simbol supremasi kulit putih. Sementara situs Stormfront milik kelompok militan kulit putih, menderima 25.000 pendaftaran anggota baru hingga jumlah anggota kelompok ini telah mencapai 300.000.

Sementara itu kelompok Anti-Defamation League memperkirakan 52 orang tewas oleh aksi-aksi bermotif SARA tahun lalu di AS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL