istana somaliaMogadishu, LiputanIslam.com — Kelompok militan Al Shabab menyerang istana kepresidenan, Selasa petang (8/7) dan menewaskan sejumlah besar pengawal. Namun presiden selamat karena tidak berada di tempat.

Sebagaimana laporan BBC dengan mengutip keterangan pejabat setempat, sejumlah besar militan Al Shabab menyerang dan memasuki komplek istana kepresidenan di ibukota Somalia, Mogadishu, yang dijaga ketat oleh sejumlah besar tentara. Setelah terjadi pertempuran sengit, seluruh penyerang berhasil dibunuh oleh pasukan pengawal.

Seorang jubir al-Shabab mengklaim pertempuran masih berlangsung, namun pejabat pemerintah menegaskan bahwa seluruh anggota penyerang berhasil dibunuh, meski menolak menyebutkan jumlah mereka.

“Kami telah memasuki apa yang disebut Istana Presiden. Kami telah menguasai sebagian kompleks dan pertempuran masih berlangsung,” kata jubir Al Shabab kepada kantor berita Reuters, Selasa malam.

Ia mengklaim kelompoknya berhasil membunuh 14 tentara pengawal istana. Namun seorang pejabat Somalia menegaskan bahwa situasi telah berhasil dikendalikan dan seluruh penyerang berhasil ditewaskan meski ia tidak menyebutkan jumlah penyerangnya maupun pengawal yang tewas.

Seorang pejabat keamanan lain mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa terdapat setidaknya 9 orang penyerang dan semuanya telah tewas.

Serangan diduga dimulai dengan ledakan bom mobil di dekat pos penjaga yang disusul dengan serangan melalui 2 arah, demikian keterangan pejabat militer yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Al Shahab terusir dari Mogadishu tahun 2011 namun terus menerus melakukan serangan di kota ini. Menjelang Ramadhan mereka menyatakan akan meningkatkan aksinya di ibukota.

Pada hari Sabtu (5/7), sebuah serangan bom bunuh diri terjadi di dekat gedung parlemen, menewaskan setidaknya 4 orang.

Presiden Hassan Sheikh Mohamud tidak berada di kediamannya saat serangan itu terjadi. Namun tidak ada keterangan tentang pejabat-pejabat lain yang tinggal di kompleks yang sama.

Selain presiden, kompleks istana negara juga dihuni oleh perdana menteri dan ketua parlemen.

Presiden Mohamud diketahui tengah menghadiri jamuan makan di kediaman utusan khusus PBB untuk Somalia di dekat bandara. Sejumlah besar pengawal bersenjata tampak mengawal presiden. Sementara kompleks istana kepresidenan yang dikenal dengan nama Villa Somalia, dijaga oleh tentara yang sebagian besar berasal dari Uni Afrika.

Halimo Nure, seorang penduduk lokal, mengatakan kepada AFP bahwa peluru beterbangan ke sana-kemari, ketika terjadi serangan.

“Ada tembakan-tembakan dan suara ledakan granat,” katanya.

Pada bulan Februari lalu Al Shabab juga telah melakukan serangan terhadap Villa Somalia yang diawali dengan ledakan bom mobil di dekat pintu gerbang dan diikuti dengan tembak menembak di dalam kompleks istana.

Sebuah rapat membahas peningkatan keamanana di ibukota telah digelar di parlemen, Senin malam. Demikian keterangan kantor perdana menteri menyebutkan.

Meski kehilangan kontrol atas Mogadishu dan kota-kota besar lainnya, al-Shabab masih menguasai sejumlah kota kecil dan wilayah pedesaan.

Sekitar 22.000 pasukan Uni Afrika berada di negeri ini untuk membantu pasukan pemerintah memerangi kelompok al-Shabab yang mengklaim akan membangun negara Islam.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL