Foto: m.energitoday.com

Foto: m.energitoday.com

Jakarta, LiputanIslam.com — PT Pertamina tetap akan melibatkan PT Total E&P Indonesie dalam pengelolaan blok Mahakam untuk menjaga kesinambungan operasi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto. Ia mengatakan, Pertamina mengusulkan agar lapangan Mahakam diambil alih Pertamina 100 persen. Kemudian, Pertamina akan mengoperasikannya dengan pihak-pihak lain.

“Mungkin kita bisa kerjasama dengan Total. Karena Total yang tahu kondisi sebelumnya. Biar kesinambungannya enggak berhenti,” ujar Dwi, seperti dilansir kompas.com, 19 Januari 2015.

Selain melibatkan Total, Dwi memastikan perseroan akan melibatkan Pemerintah Daerah Kalimantan Timur. Mengenai bagi hasi, akan selesaikan dengan ketentuan yang berlaku menurut undang-undang.

Di tempat terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said mengatakan, pemerintah bakal mengambil keputusan terkait perpanjangan kontrak blok Mahakam di Kalimantan Timur pada Februari 2015.

“Mahakam Februari bisa diputuskan. Mendekati final para pihak (Pertamina, Total dan Inpex) sudah paham maunya pemerintah seperti apa. Tinggal duduk satu atau dua kali lagi,” kata Sudirman.

Saat ini, pemerintah tengah mematangkan sejumlah poin kesepakatan yang bakal dituangkan dalam kontrak bagi hasil atauproduction sharing contract (PSC) Blok Mahakam. Adapun saham atau participating interest (PI) bagi Pemda Kalimantan Timur, akan mengacu pada UU No 22 tahun 2001 tentang Migas.

Dalam beleid tersebut disebutkan, Pemda berhak atas 10 persen dari PI dari wilayah kerja migas yang terletak di area administrasinya. Kendati demikian, besarnya dana yang diperlukan untuk kegiatan eksplorasi seringkali membuat para Pemda ‘menjual’ hak partisipasinya itu. Padahal pemberian hak partisipasi ke Pemda ditujukan untuk meningkatkan ekonomi daerah sesuai dengan esensi otonomi daerah.

Beda Dirut, Beda Kebijakan

Seperti diketahui, Blok Mahakam yang selama ini dikelola oleh perusahaan asal Prancis, Total E&P Indonesie, akan habis masa kontraknya pada 2017. Dari laporan detik.com. sebelumnya eks Pelaksana Tugas Dirut Pertamina M Husen sempat mengirim surat kepada Menteri ESDM Sudirman Said. Surat itu berisi kesiapan Pertamina mengelola Blok Mahakam.

“Kami telah mengirimkan surat kepada pemerintah c.q. Menteri ESDM yang pada intinya menegaskan bahwa Pertamina memiliki kemampuan untuk mengelola Blok Mahakam 100 persen pasca berakhirnya kontrak pada 2017. Kami sangat berharap agar pemerintah dapat memutuskan segera penetapan Pertamina sebagai pengelola Blok Mahakam agar ada transisi operasi yang cukup,” sebut Husen.

Namun setelah PT Pertamina memiliki Dirut baru, arah angin juga berubah. Akhirnya, Pertamina tetap menggandeng perusahaan asing untuk mengoperasikan Blok Mahakam. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*