bama massacreMaiduguri, LiputanIslam.com — Kelompok teroris Boko Haram kembali menunjukkan kebrutalannya. Akibat serangan kelompok ini ke kota Bama di Provinsi Borno, hari Senin (1/9) hingga Rabu (3/9), ratusan orang diyakini tewas secara mengenaskan.

Mayat-mayat tergeletak di jalanan, sementara anggota Boko Haram berpatroli di jalanan mencegah warga untuk mengebumikan keluarga mereka yang menjadi korban. Demikian laporan BBC News, Jumat (5/9) tentang kondisi kota terbesar kedua di Provinsi Borno itu.

Bokok Haram melakukan serangan pada hari Senin (1/9), namun pasukan keamanan berhasil mengusir mereka pergi, untuk datang lagi dengan kekuatan lebih besar keesokan harinya.

Pada hari Rabu pemerintah setempat sempat membantah laporan jatuhnya kota tersebut, namun faktanya kota itu tidak bisa lagi dipertahankan beberapa saat kemudian. Para pejabat memperkirakan 26.000 orang terusir dari Bama akibat pertempuran di kota itu.

“Mayat-mayat bergelimpangan di jalanan, dan warga dilarang untuk sekedar membawanya dan menguburnya. Jadi situasinya semakin buruk dan buruk,” kata anggota parlemen Borno, Zanna, di Maiduguri, kepada BBC News.

Awal pekan lalu kelompok kajian politik Nigeria Security Network (NSN) mengatakan bahwa Boko Haram telah berhasil menguasai sejumlah besar wilayah dengan cepat. Hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa kondisi di Nigeria akan semakin memburuk seperti di Suriah dan Irak.

Sebagaimana kelompok teroris ISIS di Irak dan Suriah, Boko Haram juga telah memproklamirkan kekhilafahan di wilayah yang mereka kuasai.

Dengan jatuhnya Bama, hampir dipastikan perhatian selanjutanya Boko Haram adalah menguasai ibukota Provinsi, Maiduguri yang sempat menjadi basis gerakan kelompok itu sebelum direbut oleh pasukan pemerintah 2 tahun lalu.

Menurut Zanna, jika Boko Haram menyerang Maiduguri yang berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa, bencana kemanusiaan akan sangat besar. Untuk itu ia menghimbau pemerintah untuk menambah pasukannya di Maiduguri.

“Boko Haram berhasil merebut kota-kota karena mereka berhasil merekrut banyak anggota di desa-desa,” tambah Zanna.

Menurut Zanna, pasukan pemerintah telah bertempur secara teguh untuk mempertahankan Bama, sebelum akhirnya jatuh ke tangan Boko Haram.

Penduduk mengatakan bahwa Boko Haram kembali ke Bama dengan jumlah lebih besar, Selasa (2/9), setelah sehari sebelumnya dipukul mundur pasukan pemerintah.

Pada hari Rabu, Wagub Borno, Umar Mustapha, sempat membantah bahwa kota berpenduduk 270.000 itu telah jatuh ke tangan Boko Haram. Menurutnya, tentara masih bertempur dengan gigih mempertahankan kota itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL