Gaza, LiputanIslam.com—Sebuah rumah sakit di kawasan penduduk Jalur Gaza berhenti beroperasi sementara sejak Senin (29/1/18) karena kehabisan bahan bakar generator listrik.

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidre, terdapat sekitar 60.000 pasien di rumah sakit Beit Hanoun yang dipindahkan ke rumah sakit lain yang masih beroperasi meski kekurangan suplai listrik.

Meskipun begitu, rumah sakit Beit Hanoun adalah satu-satunya fasilitas kesehatan di kawasan utara Gaza yang melayani operasi telinga, hidung, tenggorokan, dan pediatrik.

Pihak rumah sakit Beit Hanoun juga mengumumkan penghentian operasi itu dalam akun Facebook mereka. Mereka juga mengunggah sejumlah foto yang menunjuukan kasur-kasur, lorong rumah sakit, dan ruang operasi yang kosong. Mereka menulis, habisnya bahan bakar generator listrik telah “mengancam hidup pasien.”

Qidre mengatakan, rumah sakit ini membutuhkan 500 liter bahan bakar per hari agar listrik terus bekerja.

Pada awal bulan ini, penduduk Gaza menggelar demo untuk memprotes kondisi hidup  yang buruk, di mana mereka menderita karena kekurangan suplai energi, termasuk listrik. Penduduk Gaza hanya bisa mendapat suplai listrik selama beberapa jam saja perhari.

Hal ini diakibatkan oleh pemerintah Palestina yang pada musim panas tahun lalu mengurangi pendanaan untuk energi di Gaza sebanyak 30 persen, dan juga mendorong Israel untuk memangkas suplai listrik. Langkah ini diduga bertujuan untuk menekan Hamas. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL