konpers malaysiaKuala Lumpur, LiputanIslam.com — Pejabat Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Tun Hussein, memerintahkan penyelidikan atas keributan di hotel saat konferensi pers dilakukan. Saat itu, kerabat keluarga penumpang Malaysia Airlines yang hilang masuk ke dalam ruangan dan membuat sejumlah kegaduhan dan tuntutan.

Mereka, terdiri dari dua wanita dan seorang pria, tiba di hotel lokasi konferensi pers sekitar pukul 16.40 kemarin. Mereka langsung masuk ke ballroom satu jam sebelum konferensi pers berlangsung.

Ketiganya kemudian membentangkan spanduk dalam bahasa Cina, menuduh Pemerintah Malaysia menyembunyikan kebenaran dan menunda pencarian dan penyelamatan penumpang.

“Bebaskan orang yang kita cintai dari Malaysia Airlines MH370 kembali kepada kami tanpa syarat,” demikian bunyi spanduk itu. Tak jelas siapa yang mengantarkan mereka ke hotel.

Salah satu wanita meratap berulang-ulang di antara isak tangisnya, Tolong beritahu saya tahu di mana anak saya.”

Polisi, yang diberitahu kehadiran mereka, kemudian mengawal mereka keluar dari auditorium ke dalam ruang lain di hotel itu. Wartawan berdesak-desakan untuk merekam adegan ini, membuat suasana menjadi kacau selama kurang lebih 10 menit.

Mengungkapkan penyesalannya atas insiden tersebut, Hishammuddin meminta pengertian semua pihak sementara tim investigasi melakukan terbaik untuk melacak pesawat.

“Malaysia melakukan segala daya untuk menemukan Malaysia Airlines MH370,” katanya.

“Saya telah memerintahkan penyelidikan segera terhadap kejadian di ruang pers.”

Malaysia Tidak Jujur?
Di sisi lain beberapa ahli penerbangan mencurigai otoritas Malaysia sebenarnya sudah mengetahui keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370. Namun, informasi itu ditutupi untuk melindungi kemampuan satelitnya dan juga untuk  menutupi kesalahan atau mencegah informasi rahasia itu dari pihak-pihak tertentu.

“Kami berurusan dengan organisasi-organisasi militer, dan mereka tidak bersedia menjelaskan kepadamu, dan mereka terutama tidak akan mau menjelaskan sesuatu kepadamu jika informasi itu akan mengacaukan mereka,” kata Hans Weber, konsultan penerbangan bermarkas di San Diago, seperti dilansir oleh Malaysia Insider, Kamis (20/3).

Menurut Hans,  militer tidak mau citranya buruk dimata negaranya. Sejauh ini tidak ditemukan bukti lokasi pesawat yang membawa  239 penumpang termasuk 12 awak pesawatnya yang hilang sejak Sabtu dini hari, 8 Maret 2014.

Sejumlah ahli pun saat ini sibuk mendiskusikan sejumlah skenario tentang apa yang membuat pesawat jet Boeing 777 itu hilang setelah lepas landas 1,5 jam dari Kuala Lumpur ke Beijing, Cina.

Informasi terbaru, Australia memberitahukan menemukan dua benda yang diduga puing-puing pesawat milik Malaysia itu. Foto satelit menunjukkan dua benda sebesar 24 meter terapung di perairan Perth, Australia. Namun belum ada kepastian benda itu benar-benar berasal dari bodi pesawat naas itu.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*