putin2Moskow, LiputanIslam.com — Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan dihentikannya pembunuhan politik yang memalukan di Rusia. Hal ini dikatakannya terkait dengan pembunuhan yang terjadi atas tokoh oposisi Boris Nemtsov minggu ini.

“Adalan penting untuk menghentikan tragedi-tragedi dan aksi-aksi memalukan selama ini seperti yang kita lihat baru-baru ini. Saya maksud pembunuhan keji atas Boris Nemtsov yang terjadi di tengah-tengah ibukota,” kata Putin di depan para pejabat Departemen Dalam Negeri di Moscow, Rabu (4/3), seperti dilansir Press TV.

Ini adalah pernyataan publik pertama Putin sejak Nemtsov ditembak sekitar 200 meter dari pusat pemerintahan Kremlin, Jumat (27/2). Ia dikuburkan hari Selasa (3/3) lalu di pemakaman Troyekurovskoye, Moskow, dengan dihadiri ribuan pelayat. Namun baik pembunuh dan motifnya masih belum diketahui.

Dalam pidatonya itu Putin juga menyindir ‘revolusi-revolusi warna’ di beberapa negara tetangga yang menurut Putin adalah konspirasi AS. Ia menyebutnya sebagai “teknologi warna’.

“Tindakan-tindakan para ekstremis semakin meluas. Kita tengah menjalani upaya-upaya penggunaan apa yang disebut dengan teknologi-teknologi warna, mulai dari mengorganisir aksi-aksi protes ilegal hingga propaganda terbuka penuh kebencian melalui media-media sosial,” kata Putin.

Pada hari Sabtu, atau sehari setelah pembunuhan itu, Putin menyatakan akan menyeret pelakunya ke pengadilan.

“Segalanya akan dilakukan bagi dalang dan eksekutor pembunuhan keji ini untuk mendapatkan hukuman yang patut,” demikian pernyataan tertulis yang disampaikan Putin, Sabtu (28/2).

Putin menuduh pembunuhan itu sebagai kampanye untuk mendeskreditkan pemerintahan Rusia. “Ini memiliki segala tanda sebagai sebuah pembunuhan bayaran dan sepenuhnya bersifat provokatif,” tulis Putin.

Menurut pangacara Nemtsov, Vadim Prohorov, kliennya telah mendapatkan ancaman-ancaman pembunuhan dalam beberapa bulan terakhir, terutama melalui media-media sosial.

Pembunuhan itu hanya berselang 2 hari dari rencana pawai tahunana kubu oposisi yang digelar di Moskow tanggal 1 Maret, dimana Nemtsov akan menjadi pemimpinnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*