warga as korban pembunuhan2Moskow, LiputanIslam.com — Orang tua dari 2 pelajar perempuan Muslim yang tewas dibunuh di AS hari Selasa (10/2) lalu menuduh aksi tersebut didasari oleh kebencian agama.

Pada hari Selasa (10/2), Craig Stephen Hicks (46 tahun), menembak mati Deah Shaddy Barakat (23 tahun), istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha (21 tahun), dan adik perempuan Salha, Razan Mohammad Abu-Salha (19 tahun), di dekat kampus University of North Carolina kampus Chapel Hill.

Polisi mengatakan tengah menyelidiki apakah kasus ini bermotif kebencian agama, namun penyidikan awal menunjukkan peristiwa itu diawali oleh perselisihan masalah parkir.

“Ini bukan masalah tentang perselisihan tempat parkir, ini kejahatan kebencian,” kata Mohammad Abu-Salha, ayah Salha dan Razan yang bekerja sebagai seorang psikiatris kepada media lokal News & Observer sebagaimana dilansir Press TV, Kamis (12/2).

“Orang itu telah berkali-kali mengganggu putri saya dan suaminya sebelumnya, dan ia berbicara dengan mereka dengan senjata di sabuknya,” tambah Abu-Salha.

Ia mengatakan bahwa putrinya telah mengatakan kekhawatiran atas sikap pelaku tersebut sejak minggu lalu.

“Demi Allah, ia membenci kami karena cara hidup kami,” kata Abu-Salha lagi.

Sebelumnya lembaga Muslim AS, Council on American Islamic Relations (CAIR) mengutuk aksi keji tersebut dan mendesak polisi untuk mengungkap motif sebenarnya dari pembunuhan itu.

“Berdasarkan pada kebrutalan kejahatan ini, pernyataan-pernyataan pelaku sebelumnya, sikap religius korban, dan meningkatkan sentimen anti-Islam di AS, kami mendesak otoritas penegak hukum untuk dengan segera menguak motif di balik kasus ini,” kata Direktur CAIR Nihad Awad.

Menurut sebuah survei yang digelar oleh HuffPost/YouGov baru-baru ini, sebanyak 46 persen warga AS percaya bahwa mereka berhak untuk mengolok-olok Islam, sementara 44 persen percaya mereka tidak boleh mengolok-olok Kristen. Hal ini merupakan konsekuensi dari “proyek Islamophobia” yang dipromosikan media-media massa. Demikian Press TV menyebutkan.

Dalam sebuah wawancara dengan Press TV bulan lalu, pakar politik dan jurnalis AS Dr. Kevin Barrett mengatakan bahwa media-media AS yang dikuasai oleh zionis berusaha menghancurkan Islam dengan menciptkan kebencian kepada orang-orang Islam.

“Media-media yang didominasi para zionis telah berperan dalam menciptakan perang peradaban terhadap Islam, namun secara diam-diam juga didisain untuk menghancurkan Kristen selain Islam,” kata Barrett.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL