fice factoryManila, LiputanIslam.com — Sebuah kebakaran melanda pabrik sepatu di ibukota Filipina Manila, Rabu (13/5), menewaskan setidaknya 72 orang. Kantor berita BBC melaporkan, Kamis (14/5).

Polisi menyatakan tekad untuk menindak tegas penanggungjawab insiden berdarah ini di tengah-tengah klaim para pekerja bahwa kondisi keselamatan kerja di pabrik tersebut sangat tidak layak.

“Pasti akan ada dakwaan di sini karena orang-orang telah meninggal,” kata pejabat kepala kepolisian nasional Leonardo Espina kepada wartawan, Kamis.

Polisi mengatakan bahwa api berawal dari percikan api las yang membakar bahan kimia di dekat pintu masuk gedung pabrik.

Api dengan cepat menyebar dan sebagian pekerja berhasil menyelamatkan diri, namun sebagian lainnya terperangkap di dalam bangunan, terutama di lantai dua yang jendela-jendelanya dihalangi oleh teralis besis sehingga mencegah orang untuk keluar menyelamatkan diri.

Kebanyakan korban meninggal akibat sesak nafas karena menghirup asap tebal dari bahan-bahan karet dan kimia.

“Tidak peduli ini kejadian yang tidak disengaja ataupun disengaja, orang-orang telah meninggal. Kami tengah berusaha memastikan apa yang sebenarnya terjadi sehingga kami bisa dengan tegas menetapkan siapa yang bersalah,” tambah Espina.

Pemilik bangunan yang digunakan oleh peruahaan pembuat sepatu dan sandal Kentex Manufacturing, mengaku terdapat sekitar 200 hingga 300 orang di dalam gedung saat peristiwa terjadi.

Sementara itu Walikota Distrik Valenzuela, Manila, Rexlon Gatchalian, mengatakan kepada AFP bahwa jumlah mayat yang berhasil ditemukan sama dengan jumlah pekerja yang tercatat sehingga kemungkinan tidak ada lagi korban lainnya.

Para pekerja yang selamat dan keluarga pekerja yang meninggal mengatakan kepada AFP bahwa para pekerja mendapatkan upah di bawah standar dan dikelilingi bahan-bahan kimia berbahaya. Selain itu tidak ada perlengkapan pemadam kebakaran yang memadai.

“Kami hanya bisa berlari, tidak tahu harus kemana,” kata pekerja yang selamat Lisandro Mendoza.

Proses identifikasi para korban dipastikan memakan waktu lama karena sidik jari kebanyakana mereka sudah rusak sama sekali.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL