Sumber: youtube.com

Palu, LiputanIslam.com– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof Dr KH Zainal Abidin mengatakan bahwa kita dalam kehidupan sosial pasti akan bersentuhan dengan orang penganut agama lain. Karenanya dibutuhkan sikap moderat dan toleran guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

“Realitas keberagaman dalam kehidupan masyarakat merupakan keniscayaan sosial,” ucapnya di Palu, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (29/6).

Menurut Zainal, kearifan lokal dapat menjadi basis dalam membangun kerukunan umat beragama. Meskipun bersifat terbatas dalam lingkup komunitas lokalnya, tetapi kearifan lokal memiliki kemampuan untuk merekatkan perbedaan-perbedaan yang ada, termasuk perbedaan keyakinan.

Baca: Wapres JK: Jaga Kerukunan dan Kedamaian Bangsa

Kerukunan tidak diwujudkan dengan menghilangkan perbedaan karena hal itu adalah sebuah kemustahilan. Sebaliknya, kerukunan terwujud justru melalui pengakuan dan penghargaan terhadap wujudnya perbedaan, sehingga tidak melahirkan sikap merasa benar sendiri.

“Di sinilah kearifan lokal dapat dijadikan sebagai basis dalam menyatukan perbedaan,” ungkapnya. (aw/tribun).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*