bill gates ugmYogyakarta, LiputanIslam.com — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dipelopori oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi perhatian konglomerat dunia Bill Gates yang mengunjungi kampus itu pada Sabtu (5/4) pagi. Bill Gates datang bersama beberapa stafnya tanpa disertai istrinya, Melinda.

“Kunjungannya memang nggak mau dipublikasikan, mau santai katanya, jadi tidak begitu resmi,” kata Kepala Humas UGM, Wijayanti, kepada media, Sabtu (5/4).

Menurutnya, pemilik Bill and Melinda Gate Foundation ini diterima Rektor UGM Pratikno dalam kunjungan ini. Bill berkunjung ke Fakultas Kedokteran UGM dan berbincang tentang penelitian dan beberapa program milik UGM. Bill berada di FK UGM sekitar 1,5 jam.

“FK UGM memang ada kerjasama penelitian tentang Demam Berdarah Dengue dengan Bill and Melinda Gate Foundation. Nah kedatangan Bill ke sini (UGM) untuk mengetahui kelanjutan penelitian itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu kata Wijayanti, Bill Gate juga tertarik dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM. Bill, kata Wijayanti, tertarik dengan program-program community service seperti program KKN UGM tersebut.

“Beliau (Bill) tertarik dengan program KKN kami (UGM) yang dianggapnya bisa langsung mendampingi masyarakat menyelesaikan permasalahan bangsa,” katanya.

Dikatakan Wijayanti, kunjungan itu belum mengerucut ke kerjasama lebih lanjut dengan UGM. “Ya baru bincang-bincang saja,” katanya.

KKN dipopulerkan oleh UGM pada tahun 1970-an dan kini telah menjadi program baku di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Bentuk Dana Sosial-Kesehatan
Agenda utama Bill Gates ke Indonesia adalah membentuk dana sosial-kesehatan bersama beberapa pengusaha Indonesia.

Menurut keterangan pengusaha nasional boss Mayapada Group, Dato Tahir, yang menjadi tuan rumah bagi Bill Gates, di Jakarta, Jumat (4/4), dirinya menyumbang $103,5 juta untuk dana sosial-kesehatan yang dibentuk Bill Gatas, Global Fund. Bersama Bill Gates telah terkumpul $207 juta yang 75 persennya untuk program di Indonesia.

Selama di Jakarta, Gates akan berkumpul dengan sejumlah darmawan Indonesia. “Ada delapan pengusaha yang masing-masing menyumbang $5 juta dolar AS untuk program kemanusiaan di Indonesia,” demikian Dato Tahir.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL