nunukanNunukan, Liputan Islam.com – Tidak memiliki kursi dan meja, ratusan siswa SMAN 1 Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan, terpaksa belajar di lantai. Para siswa sudah duduk di lantai sejak memasuki tahun ajaran baru (2014-2015).

“Memang siswa kami harus belajar di lantai karena belum punya meja dan kursi,” terang Husin Manu, Kepala SMA Negeri 1 Nunukan Selatan di Nunukan.

Menurutnyaa, kondisi itu sangat mengganggu proses belajar mengajar di sekolah binaannya. Apalagi, seluruh siswa-siswi hanya bisa duduk di lantai saat menerima pelajaran dari guru.

Permohonan kepada pemerintah daerah setempat telah dilakukan. Bahkan, Pemda Kabupaten Nunukan menjanjikan akan menyiapkan mebeler pada anggaran perubahan 2014.

Akibat tiadanya meja dan kursi, siswa di sekolah itu mengeluhkan sakit pinggang, yang tentunya, menganggu proses belajar mengajar.

Hal ini sangat kontras dengan kondisi wilayah kabupaten Nunukan yang terkenal sebagai penghasil batu bara. Selama tahun 2009 hingga 2014, daerah ini telah mengekspor 834.792 meterkubik batubara ke Filipina, Tiongkok dan Jepang.

Selain memiliki cadangan batubara yang melimpah, Nunukan yang dikelilingi dengan hamparan lautan luas, juga memiliki sejumlah pesona dan kekayaan alam laut. Salah satunya, rumput laut yang kini semakin dikembangkan menjadi ikon daerah. Bahkan, Nunukan merupakan menjadi penghasil rumput laut terbesar di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Data terbaru menunjukkan, produksi rumput laut Nunukan berhasil menembus 750 ton per bulan. (ph)

 
 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL