Somalia Al ShababNairobi, LiputanIslam.com — Sekawanan pria bersenjata menewaskan 36 pekerja di bagian utara Kenya. Demikian Antara melaporkan dengan mengutip kantor berita Perancis AFP, Selasa (2/12).

Mereka dilaporkan menembaki tenda-tenda tempat para pekerja beristirahat pada Selasa dinihari di dekat kota Mandera.

Menurut laporan media Kenya, kelompok Al-Shabab yang mempunyai afiliasi dengan Al-Qaeda seringkali melakukan serangan serupa di wilayah yang sama.

Sebelumnya pada Senin malam di kota Majir–yang seperti Mandera juga berbatasan dengan daerah perang Somalia–satu orang tewas dan 12 lainnya luka-luka akibat serangan granat dari sekelompok orang tak dikenal.

“Tim kami sedang berada di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan mengenai dampak serangan.” kata Palang Merah Kenya pada Selasa.

Sementara itu juru bicara kepolisian, Zipporah Mboroki, membenarkan adanya serangan di Mandera namun belum bisa merinci jumlah korban secara pasti.

“Kami kehilangan 36 orang namun ada beberapa lainnya yang masih belum diketahui keberadaannya. Kami belum bisa memastikan apakah mereka diculik oleh penyerang,” kata seorang polisi yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Selasa dan Senin lalu.

Pada bulan lalu di wilayah yang sama, kelompok garis keras Shabab mengeksekusi 28 orang non-Muslim yang diculik dari sebuah bus.

Pada saat itu, Shabab mengatakan bahwa eksekusi dilakukan sebagai aksi balas dendam atas serangan polisi di sejumlah masjid kota pelabuhan Mombasa.

Sebelumnya pihak serikat pekerja di Kenya telah memperingatkan anggotanya untuk meninggalkan wilayah utara sampai ada jaminan keamanan dari pihak pemerintah.

Pada Minggu lalu, sejumlah media di Kenya melaporkan adanya potensi pemecatan terhadap menteri dalam negeri dan kepala kopolisian akibat kurangnya jaminan keamanan terhadap warga di utara yang ditandai oleh munculnya serangkaian serangan orang tak dikenal.

Dua orang pejabat tersebut sudah banyak dikritik sejak munculnya insiden serangan kelompok Shabab yang menewaskan 67 orang di sebuah pusat perbelanjaan Nairobi pada tahun lalu. Saat itu, para pembunuh yang hanya beranggotakan empat orang baru dapat diringkus setelah dikepung di dalam mall selama empat hari.

Sementara pada Juni-Juli lalu, kelompok Shabab juga melancarkan serangan di sejumlah desa wilayah Lamu dan menewaskan lebih dari 100 orang, demikian laporan AFP.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL