al furqanMelbourne, LiputanIslam.com — Sebuah pusat kebudayaan Islam di kota Melbourne, Australia, terpaksa ditutup setelah dua orang remaja yang aktif di tempat itu terlibat kasus terorisme.

Seperti dilansir BBC News, Rabu petang (22/4), Al-Furqan Islamic Centre di barat-daya Melbourne, ditutup sementara oleh pengurusnya setelah mengalami sejumlah ‘tekanan’ menyusul penangkapan 5 remaja yang diduga terlibat rencana serangan teroris pada hari Sabtu (18/4). Dua dari 5 remaja itu diketahui aktif di Al Furqan.

Pengurus Al-Furqan Islamic Centre mengatakan bahwa keputusan penutupan itu dilakukan dengan berat hati.

“Kami percaya bahwa karena tuduhan-tuduhan palsu, tekanan-tekanan dan pelecehan yang terus-menerus, khususnya oleh media massa dan politisi, ini adalah langkah terbaik untuk melindungi kepentingan warga, para anggota, dan komunitas Muslim yang lebih luas yang sering kali dikait-kaitkan dengan kampanye-kampanye kaji ini,” demikian pernyataan Al Furqan Islami Center seperti dilaporkan BBC.

Al Furqan dan sebuah toko buku kini menjadi obyek penyelidikan dan pengawasan aparat keamanan setelah diketahui tiga dari tersangka teroris itu pernah berada di tempat itu. Dua di antara mereka, Harun Causevic dan Sevdet Besim (keduanya berumur 18 tahun) diketahui aktif di Al Furqan.

Sekitar 200 polisi anti-terror terlibat dalam operasi penangkapan yang berlangsung hari Sabtu pagi di Melbourne. Al-Furqan sendiri telah menyatakan tidak memiliki kaitan apapun dengan kasus ini.

Hari Selasa (21/4) Asisten Komisaris Polisi wilayah Victoria, Stephen Fontana mengatakan bahwa Al-Furqan menjadi salah satu perhatian polisi.

Al Furqan juga dikait-kaitkan dengan kasus terorisme lainnya bulan September 2014 lalu ketika salah seorang aktifis remajanya, Abdul Numan Haidar, tewas ditembak setelah dituduh menikam 2 orang polisi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL