Turkey's Prime Minister and presidential candidate Tayyip Erdogan speaks during an election rally in DiyarbakirIstanbul, LiputanIslam.com — Sebuah pengadilan di Turki, hari Sabtu (26/7) memerintahkan penangkapan terhadap 12 perwira polisi, termasuk seorang mantan kepala unit inteligen kepolisian kota Istanbul. Mereka diduga terlibat aksi penyadapan telepon terhadap PM Tayyip Erdogan.

Sebelumnya aparat keamanan telah menangkap 115 perwira polisi atas kasus yang sama, menjadikan kasus ini sebagai pertunjukan “persaingan keras” antara Erdogan melawan tokoh spiritual Fethullah Gulen yang dianggap memiliki pengaruh kuat di kalangan aparat kepolisian dan kejaksaan. Demikian laporan kantor berita Reuters, Sabtu (26/7).

Gulen, mantan sekutu Erdogan, kini tinggal di AS, diduga berada di belakang aksi-aksi anti-Erdogan yang melibatkan aparat kepolisian dan kejaksaan. Tahun lalu, polisi menangkap beberapa kroni Erdogan dengan tuduhan suap dan korupsi yang disusul dengan bocornya rekaman video dan pembicaraan yang mengindikasikan keterlibatan Erdogan dalam berbagai tindakan korupsi.

Erdogan pun langsung membalas dengan memecat ratusan polisi dan jaksa dari jabatannya. Tidak hanya itu, untuk mengkooptasi kekuasaan kejaksaan, ia juga mengajukan RUU yang menjadikan kejaksaan sebagai institusi di bawah menteri kehakiman.

Fuat Ali Yilmazer, yang mengepalai unit inteligen kepolisian kota Istanbul adalah termasuk di antara perwira yang ditangkap. Pada hari Jumat (25/7), 8 polisi juga telah ditangkap.

Deputi PM Besir Atalay mengatakan hari Sabtu (26/7) bahwa penyelidikan tentang kasus ini kemungkinan akan meluas hingga menjangkau kekuasaan pengadilan.

Erdogan yang bakal mencalokan diri sebagai Presiden dalam pemilihan bulan Agustus mendatang telah menyatakan tekadnya untuk melakukan “perburuan” terhadap apa yang disebutnya sebagai “parallel state”, yaitu jaringan pengikut Gulen di dalam birokrasi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL