become-volunteer-military-officer-1Washington, DC., LiputanIslam.com — Para komandan Angkatan Darat AS mengabarkan adanya penyelidikan atas 1.200 perwira militer terkait penipuan dalam perekrutan tentara dalam perang Irak. Menurut laporan ISNA, dua jenderal dan puluhan kolonel telah ditindak dalam kasus ini.

Berdasarkan pernyataan dua panglima tinggi Angkatan Darat AS yang berbicara di depan Majlis Senat pada hari Selasa (4/2), penipuan ini terjadi dalam bentuk pungutan ilegal atas bayaran rekomendasi dan perekrutan serdadu relawan. Angka pungutan ilegal ini diperkirakan mencapai $ 29 juta, tapi bisa saja menembus angka $ 100 juta.

Menurut Keller Mc Chaskill, senator Demokrat dan anggota Komite Pengawas Finansial di Senat, penyelidikan ini merupakan investigasi kriminal terbesar dalam sejarah Angkatan Darat AS.

Sementara media Inggris BBC melaporkan, awalnya, pemberian bayaran untuk perekrutan serdadu baru di Amerika diawali tahun 2005 di Garda Nasional, kemudian diberlakukan di Angkatan Darat Amerika. Dokumen-dokumen yang tersebar di Kongres Amerika menyatakan, mereka yang merekomendasikan keluarga atau teman untuk direkrut sebagai serdadu dibayar antara $ 2.000 hingga 7.500. Angkatan Darat AS telah mengeluarkan biaya lebih dari $ 300 juta selama perang Irak yang berhasil merekrut 130 ribu serdadu.

Para penyidik mengatakan, beragam cara digunakan dalam kasus penipuan ini. Salah satunya adalah memberikan bayaran perekrutan kepada para direktur dan konsultan sekolah tingkat atas. Padahal, para pemuda dari sekolah-sekolah tersebut bergabung dengan militer tanpa dorongan dari petinggi sekolah mereka.

Sejumlah perwira juga memaksa bawahan mereka untuk merekrut serdadu. Kemudian, saat pembayaran, mereka menyodorkan nomor rekening mereka sendiri kepada para atasan.

Diperkirakan investigasi ini akan berlangsung hingga dua tahun ke depan.(BT/ISNA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL