kasus emonSukabumi, LiputanIslam.com — Pemerintah Kota Sukabumi menetapkan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh Andri Sobari alias Emon, 24 tahun, tersangka kasus sodomi terhadap puluhan anak, sebagai kejadian luar biasa (KLB). Pasalnya, korban dalam kasus sodomi yang terjadi di wilayah Kota Sukabumi ini banyak dan berlangsung dalam kurun waktu tidak terlalu lama.

“Karena banyaknya korban pencabulan dan sodomi ini, saya tetapkan peristiwa ini menjadi KLB,” kata Wali Kota Sukabumi H. Muhammad Muraz saat ditemui di aula utama Pemerintah Kota Sukabumi, Senin (5/5).

Menurut Walikota Sukabumi, setelah ditetapkan menjadi KLB, pihaknya langsung memberikan pelayanan satu atap terhadap semua yang menjadi korban tindak kekerasan seksual yang dilakukan oleh Emon. “Kami membuka pelayanan satu atap dalam penanganan kasus ini,” katanya.

Walikota menambahkan bahwa pemerintah Sukabumi telah mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota Nomor 92 Tanggal 2 Mei 2014 tentang Pencegahan dan Penanganan Dampak Kekerasan Seksual terhadap Anak di Kota Sukabumi.

“SK Ini dibuat khusus setelah munculnya korban kekerasan seksual dan pencabulan yang terjadi di wilayah Kota Sukabumi. Kami pun tidak menyangka kasus yang banyak dan mencuat bagai fenomena gunung es ini terjadi di Sukabumi dengan korban anak mencapai puluhan,” kata Wali Kota.

 

Menag Minta Hukuman Berat

Menteri Agama Suryadharma Ali mengutuk pelaku pelecehan seksual sodomi yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia akhir-akhir ini dengan kasus terakhir dilakukan oleh tersangka Andri Sobari alias Emon.

“Saya mengutuk para pelaku sodomi. Tindakan itu tak berperikemanusiaan,” kata Suryadharma setelah rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Senin (5/5).

Menurut Suryadharma, pelaku sodomi tak hanya merusak kesehatan anak yang menjadi korban, juga menghancurkan mental dan masa depan anak-anak. Oleh karenanya, ia meminta agar para penegak hukum menghukum berat para pelaku.

“Mereka harus dihukum seberat-beratnya, karena dia berpotensi melakukan hal yang sama,” katanya.

 

Diancam 15 Tahun Bui  
Sementara itu Kepolisian Sukabumi menyebutkan bahwa Andri Sobari alias Emon yang menjadi tersangka kejahatan seksual terhadap 73 orang anak, dijerat pasal berlapis dan diancam hukuman penjara 15 tahun.

Kapolres Sukabumi Kota Ajun Komisaris Besar Hari Santoso mengatakan tersangka dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 292 KUHP tentang Perbuatan Cabul juncto Pasal 64 KUHP tentang Perbuatan Kejahatan yang Dilakukan Secara Berulang.

“Karena perbuatanya dilakukan berulang dan menyebabkan banyak korban, tersangka kami jerat dengan pasal berlapis dan diancam dengan hukuman 15 tahun penjara,” katanya.

Hari meminta orang tua selalu mengawasi kondisi anaknya. “Orang tua harus peka dengan kondisi perubahan yang dialami anaknya, terutama perubahan itu terjadi sangat drastis,” ujarnya.

Pasalnya, sebagian besar anak yang menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual baik dilakukan orang dewasa maupun seumurannya akan terlihat murung dan tidak ceria.

“Awal-awal yang dapat dilihat, jika anak itu biasanya ceria tiba-tiba murung dan cenderung ketakutan dengan orang lain, ada indikasi dia menjadi korban,” tuturnya.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL