bendera palestina glasgowGlasgow, LiputanIslam.com — Serombongan besar pebisnis AS membatalkan kunjungan ke kota Glasgow, Skotlandia, setelah Dewan Kota tersebut tetap mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk simpati atas penderitaan rakyat Palestina di Gaza.

Russia Today melaporkan, Selasa (19/8), delegasi tersebut terdiri dari 600 pengusaha dan eksekutif perusahaan-perusahaan besar AS termasuk Wal-Mart, ExxonMobil dan Coca-Cola. Mereka dikoordinir oleh eksekutif terkenal Richard Cassini.

Namun, setelah Dewan Kota Glasgow memutuskan tetap mengibarkan bendera Palestina, Cassini pun menuliskan surat pembatalan kunjungan tersebut.

“Kami merencanakan kunjungan 6 hari di Glasgow, 3 hari untuk urusan bisnis dan 3 hari sisanya istirahat. Membaca pernyataan Anda tentang Hamas dan para pemimpinnya karena keberadaan orang-orang muslim di kota Anda, maka saya memutuskan untuk membatalkan semua rencana itu. Kami adalah perusahaan-perusahaan Fortune 500 (perusahaan-perusahaan top), maka biaya bukan menjadi masalah serius,” tulis Cassini kepada pemerintah kota Glasgow.

“Saya harap, warga muslim yang Anda hormati dengan tulus itu akan memiliki daya beli yang cukup,” tambah Cassini dalam suratnya.

Pemerintah kota Glasgow mengakui telah menerima surat tersebut, namun tidak sempat membalasnya karena alasan terlalu banyak surat yang berkaitan dengan masalah “bendera Palestina” tersebut.

“Kami telah menerima lebih dari 1.500 email/panggilan/formulis online dan lain-lain, tentang bendera itu dan harus membalas semua itu,” kata jubir Dewan Kota Glasgow.

Keputusan pengibaran bendera Palestina itu telah mengundang kontroversi, baik di Skotlandia, Inggris, maupun negara-negara barat lainnya.

Dalam sepucuk surat yang dikirimkan kepada walikota Bethlehem, Israel, pejabat tinggi kota Glasgow (Lord Provost) Sadie Docherty menulis:

“Glasgow adalah rumah bagi banyak teman-teman Palestina dan saat ini adalah masa yang menyedihkan bagi mereka. Mereka mewakili sejumlah besar etnis, pandangan politik, keyakinan. Namun mereka tersatukan oleh satu keinginan untuk mendukung rakyat Palestina.”

Sebaliknya keputusan itu mendapat kritikan dari kelompok-kelompok yahudi di sana, termasuk Glasgow Jewish Representative Council, yang menyebutnya sebagai “bentuk terburuk dari politik gestur.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL