ebola liberiaMonrovia, LiputanIslam.com — Kepanikan melanda negara Liberia setelah diketahui sebanyak 17 penderita virus ebola menghilang paska terjadinya penjarahan atas pusat karantina di ibukota Monrovia, Sabtu malam (16/8).

Sekelompok warga yang marah melakukan serangan terhadap fasilitas tersebut. Asisten Menkes Liberia Tolbert Nyenswah mengatakan, mereka menentang dirawatnya pasien-pasien virus ebola dari wilayah lain sehingga mengancam keselamatan warga ibukota. Namun sebagian pendapat lainnya mengatakan bahwa warga marah karena karena menganggap wabah ebola hanya sebagai kebohongan (hoax) yang digembar-gemborkan pemerintah. Demikian laporan BBC News.

Seorang pajabat senior kesehatan Liberia mengatakan kepada wartawan bahwa semua pasien telah dipindahkan ke fasilitas lain. Namun seorang saksi mengatakan kepada BBC bahwa sebanyak 10 pasien telah dibawa pergi oleh keluarganya, sementara 17 pasien lainnya menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.

Lebih dari 400 orang dinyatakan tewas oleh virus ebola di Liberia, dari 1.145 korban tewas dalam wabah ebola yang merebak di kawasan Afrika Barat sejak Februari lalu. Demikian catatan WHO menyebutkan.

Serangan tersebut dianggap sebagai kemunduran besar dalam upaya penanggulangan wabah ebola yang samakin luas penyebarannya hingga telah menjangkiti wilayah Nigeria yang terletak cukup jauh dari Liberia dan 2  lain yang terjangkit wabah virus ini, Siera Leone dan Guinea.

Para ahli percaya “kunci” untuk mengakhiri wabah ini adalah menghentikan penyebarannya di Liberia dimana masyarakatnya kurang memamahi bahaya penyebaran virus ebola dan menolak bekerjasama dengan pemerintah.

Para penyerang kebanyakan berusia muda dengan sebagiannya membawa pentungan. Mereka meneriakkan kata-kata bernada ejekan terhadap Presiden Ellen Johnson Sirleaf dan berteriak-teriak, “Tidak ada ebola!”

“Ini adalah hal terbodoh yang pernah saya lihat. Orang-orang berlarian membawa barang-barang yang dirampas dari para pasien,” kata seorang saksimata kepada BBC.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL