sarah westLondon, LiputanIslam.com — Seorang wanita pertama yang menjadi kapten kapal perang pertama Inggris harus kehilangan jabatannya karena terlibat skandal dengan perwira bawahannya sendiri.

Sebagaimana dilaporkan International Business Times, Jumat (8/8), Sarah West (41 tahun) dipecat dari jabatannya setelah menjalin hubungan gelap dengan perwira bawahannya yang telah berkeluarga.

“Kami bisa memastikan bahwa Commander Sarah West yang menjadi kapten kapal HMS PORTLAND, telah dipindahkan dari jabatannya. Ini adalah masalah internal antara seorang individu dengan para komandan seniornya dan kami tidak akan memberikan keterangan lebih rinci mengenai penghentian ini. Commander West akan melanjutkan tugasnya di AL Inggris dan akan dipindahkan ke tempat lain dimana kemampuan dan pengalamannya bisa digunakan secara maksimal,” kata jubir AL Inggris dalam pernyataan terkait kasus pemecatan itu.

West diangkat sebagai kapten kapal perang modern jenis frigat Ingris tahun 2012. AL Inggris, sebagaimana institusi militer lainnya, menerapkan standar disiplin ketat tentang hubungan antar personil militer.

Ketika diangkat menjadi kapten kapal perang wanita pertama tahun 2012, ia mengatakan, “Saya sangat bangga bisa menjadi komandan kapal perang frigat tipe 23 yang merupakan kapal perang yang sangat flexibel, dan saya akan melaksanakan tugas saya memimpin kapal HMS Portland secara profesional dan fokus.”

Ia juga pernah membuat pengakuan dalam wawancara dengan media massa, tentang sulitnya menjadi anggota AL yang harus berpisah dengan orang-orang yang dicintainya karena tugasnya yang lama di lautan.

West mengakui tugasnya sebagai perwira AL-lah yang mengakibatkannya kehilangan kesempatan untuk menjalani kehidupan seperti orang lain, termasuk berumah tangga. Karenanya, ia mengaku, selalu berusaha menjadikan kehidupan di kapal sebagai hal yang menyenangkan.

Militer mengijinkan hubungan antara anggota laki-laki dan wanita sejauh hal itu tidak mengganggu “kepercayaan dan kesatuan” atau mempengaruhi “efektifitas operasi”. Pelanggaran atas hal itu berupa peringatan, pemindahan tugas hingga pemecatan. Demikian kantor berita Telegraph menyebutkan.

Saat ini HMS Portland tengah menjalankan misi operasi 9 bulan di Eropa, Amerika dan Afrika. West dan 185 awal kapalnya saat ini tengah melakukan perjalanan dari Karibia menuju pangkalannya di Plymouth, Inggris. Diharapkan mereka akan tiba dalam beberapa hari mendatang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL