kapten sewolSeoul, LiputanIslam.com — Para jaksa penuntut dalam perkara tenggelamnya kapal feri Sewol yang menewaskan 300 penumpangnya bulan April lalu, menuntut hukuman mati bagi kaptel kapal yang dianggap lalai menjalankan tugasnya.

Para jaksa menyebutkan, Kapten Lee telah melarikan diri dari kapal yang tengah tenggelam tanpa melakukan upaya apapun untuk menyelamatkan penumpang. Demikian BBC News melaporkan.

“Ia mencoba beralih dengan berbohong. Ia tidak menunjukkan penyesalan… maka kami memintanya untuk dijatuhi hukuman mati,” kata jaksa penuntut dalam persidangan yang digelar di kota Gwanju, Senin (27/10).

Selama persidangan yang telah berlangsung sejak Juni lalu, Kapten Lee berulangkali mengatakan kepada hakim bahwa dirinya dilanda kebingungan saat terjadinya kecelakaan itu, meski ia mengaku telah mengabaikan kewajibannya melakukan pertolongan kepada penumpang.

Ia juga mengakui bahwa kru yang mengemudikan kapal saat itu adalah pegawai baru yang tidak memiliki kualifikasi yang diperlukan.

Para jaksa juga menuntut 3 awak kapal lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sedangkan 11 awak kapal lainnya dituntut penjara 15 sampai 30 tahun.

Musibah tenggelamnya kapal feri Sewol itu mengundang kemarahan publik Korea atas kemampuan pemerintah menerapkan standar keamanan nasional serta dalam hal penanganan bencana.

Sebagian besar korban dalam musibah itu adalah pelajar sekolah menengah yang tengah berlibur. Para korban yang selamat melaporkan bahwa para awak kapal melarang mereka meninggalkan kapal dan tetap tinggal di dalam kabin, bahkan ketika kapal telah miring dan hampir tenggelam.

Persidangan ini dijadwalkan akan berakhir bulan November mendatang dengan pembacaan keputusan hakim.

Sementara itu sidang yang lain juga digelar terhadap para pejabat dan pegawai perusahaan operator feri Chonghaejin Marine Co, yang dituduh telah melanggar regulasi angkutan laut, termasuk melakukan modifikasi ilegal terhadap kapal sehingga bisa memuat barang yang jauh lebih banyak dari ketentuan.

Pemilik Chonghaejin Marine Co, milyuner Yoo Byung-eun, sempat menghilang beberapa lama setelah polisi memanggilnya untuk diperiksa, sebelum akhirnya ditemukan tewas di pingir hutan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL