tanker dibomTripoli, LiputanIslam.com — Kapal tanker minyak Yunani yang disewa oleh perusahaan minyak nasional Libya, terbakar setelah terkena bom yang dijatuhkan pesawat-pesawat tempur militer Libya, Minggu (4/1). Setidaknya 2 orang awak tanker tersebut tewas akibat serangan itu.

Seperti dilaporkan BBC News, Senin (5/1) petang, militer Libya menganggap keberadaan kapal tanker tersebut mencurigakan. Namun hal itu dibantah oleh National Oil Corporation yang menyebut kapal tanker itu, Araevo, mengangkut minyak untuk kebutuhan industri lokal dan pemerintah telah mendapatkan informasi tentang keberadaannya.

Pelabuhan Derna yang menjadi lokasi serangan itu selama 2 tahun dikuasai oleh kelompok militan yang bermusuhan dengan pemerintah.

Militer Libya telah berulangkali menyerang pelabuhan itu dalam upayanaya melemahkan kekuatan kelompok-kelompok militan.

Jubir militer Libya Kolonel Ahmed Mesmari mengatakan kepada BBC bahwa kapal tersebut diserang setelah tidak bersedia diperiksa sebelum memasuki pelabuhan itu. Kapal itu seharusnya berlabuh di sebuah fasilitas pembangkit energi, namun justru memasuki zona militer.

“Kami meminta kapal itu untuk berhenti, namun justru mematikan lampu dan tidak memberikan respon, maka kami harus menyerangnya,” kata Mesmari.

“Kami membomnya dua kali,” tambahnya.

National Oil Corporation telah mengangkut 13.000 ton minyak berat dari Brega, pelabuhan di selatan kota Benghazi, untuk dikirim ke fasilitas pembangkit listrik dan pemurnian air di Derna. Kapal itu diserang sebelum memasuki pelabuhan.

Ada 26 awak kapal di dalam Araevo, termasuk dari Filipina, Yunani dan Rumania. Selain 2 korban tewas, 2 awak kapal lainnya mengalami luka-luka akibat serangan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*