Sumber: Al-Jazeera

LiputanIslam. Com—Kapal militer Arab Saudi yang telah dilarang mengangkut senjata oleh kelompok HAM di Prancis,  kini tampak berlabuh di pelabuhan Santander,  Spanyol,  pada Senin pagi kemarin (13/5).

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Spanyol berkomentar bahwa dirinya tidak mengetahui informasi apapun perihal kedatangan kapal militer tersebut. Bahkan, Kementerian Pertahanan dan Kemenlu Spanyol enggan memberikan komentar apapun.

Organisasi HAM Prancis,  ACAT,  telah mengajukan gugatan kepada pemerintah Prancis,  bahwa pengangkutan senjata merupakan tindakan ilegal yang melanggar perjanjian internasional. Sebab,  senjata-senjata yang diangkut kemungkinan digunakan untuk menyerang warga sipil Yaman. Namun,  gugatan itu ditolak oleh pemerintah Prancis.

Sampai saat ini,  Presiden Prancis,  Emmanuel Macron,  tetap bersikukuh mempertahankan jual-beli senjata kepada Arab Saudi sambil mengklaim bahwa pemerintah Saudi tidak menggunakan senjata-senjata itu untuk menyerang warga sipil Yaman.

Sampai saat ini belum ada tanda-tanda pengangkutan senjata oleh kapal Saudi yang berlabuh di pelabuhan Spanyol itu.

Bersamaan dengan itu,  pemerintah Belgia memutuskan untuk berhenti mengekspor senjata kepada Arab Saudi dan koalisinya karena alasan kemanusiaan.

Menlu Belgia , Didier Reynders,  juga akan meminta perusahaan-perusahaan senjata di Belgia untuk berhenti menjual senjata mereka kepada Arab Saudi.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun radio di Belgia ia mengatakan bahwa alasan kemanusiaan harus mendapatkan prioritas.

Hingga saat ini,  agresi militer Arab Saudi ke Yaman telah membunuh puluhan ribu nyawa.  Tak hanya membunuh,  perang juga telah menyisakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman.  (Fd/memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*