kapal perang cinaBeijing, LiputanIslam.com — Dua kapal perang Cina bergabung dengan kapal-kapal perang Rusia dalam latihan perang bersama yang digelar di Laut Tengah. Demikian kantor berita Russia Today melaporkan minggu lalu.

Kapal perang ‘Linyi’ dan ‘Weifang’ sebelumnya turut berpartisipasi dalam peringatan Hari Kemenangan Rusia di pangkalan militer Rusia di Novorossiysk, Krimea, sebelum bergerak ke Laut Tengah. Kedatangan kapal perang Cina di Krimea merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah. Demikian Russia Today menyebutkan.

‘Linyi’ dan ‘Weifang’ masing-masing berbobot 4.000 ton dan merupakan tipe baru kepal perang kelas 054A atau disebut juga Jiangkai II yang pertama kali beroperasi tahun 2007. Kedua kapal disertai dengan satu kapal pendukung.

“Direncanakan kapal-kapal perang AL Cina akan meninggalkan Novorossiysk pada tanggal 12 Mei dan berlayar menuju Laut Tengah untuk mengikuti latihan militer ‘Sea Cooperation-2015’,” demikian pernyataan Kemhan Rusia.

Latihan perang itu akan berlangsung sampai tanggal 21 Mei. Sebanyak 9 kapal perang terlibat dalam latihan itu. Latihan yang pertama kali dilakukan itu bertujuan meningkatkan kerjasama Cina dan Rusia dalam memerangi ancaman-ancaman laut.

Sepakat Integrasikan Pembangunan Kawasan
Di sisi lain Cina dan Rusia juga memperkuat kerjasama ekonomi dengan menandatangani sejumlah kerjasama energi, perdagangan dan keuangan.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan rekannya Presiden Cina Xi Jinping, hari Jumat (8/5) di Moskow menandatangani dekrit kerjasama untuk mengintegrasikan proyek pembangunan ‘Eurasian Economic Union’ Rusia dengan ‘Silk Road’ Cina. Kerjasama itu untuk ‘mencapai kesatuan pandangan dalam berbagai isyu.”

“Integrasi proyek-proyek ‘Eurasian Economic Union’ dengan ‘Silk Road’ berarti meraih satu tahap baru kerjasama dan secara nyata berimplikasi pada perkembangan ekonomi di benua ini,” kata Putin dalam sambutannya usai penandatanganan kerjasama.

Kedatangan Presiden Cina itu berkaitan juga dengan peringatan Hari Kemenangan Rusia hari Sabtu (9/5), dimana Cina turut berpartisipasi dengan mengirim pasukannya untuk berparade.

Dengan kerjasama itu Cina akan menginvestasikan $5,8 miliar, dari $21,4 miliar yang dibutuhkan bagi pembangunan jalur kereta api cepat Moscow-Kazan. Untuk selanjutnya jalur itu akan dihubungkan dengan Cina melalui wilayah negara Kazakhstan.

Dalam proyek ‘Silk Road’, Cina berambisi menghubungkan negaranya dengan kawasan Timur Tengah dan Eropa dengan jalur kereta api. Hal ini akan meningkatkan efisiensi perdagangan Cina dengan negara-negara kedua kawasan.

Sementara itu produsen migas Rusia Gazprom dan perusahaan migas Cina, Cina’s National Petroleum Corporation (CNPC) juga menandatangani kerjasama untuk menyuplai gas dari Rusia ke Cina melalui wilayah barat. Kerjasama ini mencakup juga pembangunan jalur pipa gas Altai.

Bank terbesar Rusia, Sberbank, dan Cina’s Development Bank siap untuk mendanai proyek tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL