031811shipmg008.JPGMoskow, LiputanIslam.com — Sebuah kapal perang kelas destroyer milik AS, USS Ross, telah memasuki perairan Laut Hitam. AS mengklaim kehadirannya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, namun Rusia memandangnya dengan kecurigaan.

Keberadaan USS Ross di Laut Hitam dikonfirmasi oleh pernyataan resmi Armada VI AS melalui situs resminya. Demikian laporan RIA Novosti, Kamis (4/9).

“USS Ross memasuki Laut Hitam, mempromosikan perdamaian dan kestabilan sembari bekerjasama dengan sekutu NATO dan negara-negara mitra,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa kehadiran USS Ross ditujukan untuk menunjukkan komitmen AS untuk meningkatkan keamanan kolektif sekutu-sekutu NATO dan negara-negara mitra di kawasan.

USS Ross bukan kapal perang pertama AS yang dikirimkan ke Laut Hitam sejak terjadinya konflik di Ukraina. Sebelumnya kapal-kapal perang USS Donald Cook, USS Truxton, USS Taylor dan beberapa kapal perang negara-negara anggota NATO telah dikerahkan ke kawasan Laut Hitam.

Baru-baru ini Menlu Rusia menyatakan keprihatinannya atas kehadiran kapal-kapal perang negara-negara NATO di Laut Hitam dan mengingatkan keberadaan Montreux Convention yang mengatur keberadaan kapal-kapal perang negara asing di luar kawasan Laut Hitam. Dalam konvensi itu diberlakukan pembatasan tonase dan jangka waktu kapal-kapal perang asing di Laut Hitam yang tidak boleh melebihi masa 21 hari.

Turki yang menguasai pintu masuk ke kawasan Laut Hitam dari perairan Laut Mediterania, adalah penjamin diterapkannya prinsip-prinsip Konvensi Montreux.

Sejak terjadinya krisis Ukraina NATO telah meningkatkan kehadiran kapal-kapal perangnya di Laut Hitam yang berbatasan dengan wilayah Rusia. Pada bulan Juli lalu jumlah kapal perang NATO bahkan mencapai rekor, yaitu 9 kapal perang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL