kapal korselSeoul, LiputanIslam.com — Hanya berselang beberapa hari setelah kunjungan mengejutkan pejabat-pejabat tinggi Korut ke Korsel akhir pekan lalu, hubungan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) kembali memanas setelah terjadinya tembak-menembak antara kapal-kapal patroli kedua negara.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Rusia RIA Novosti dengan mengutip laporan kantor berita Korsel Yonhap, hari Selasa (7/10), tembak-menembak tersebut terjadi setelah sebuah kapal patroli Korut melintasi perbatasan laut kedua negara.

“Satu kapal patroli Korut melintasi perbatasan Northern Limit Line (NLL) di Laut Kuning pukul 9.50,” demikian keterangan kantor Kepala Staff Gabungan Korsel kepada Yonhap.

“Untuk memaksa kapal itu mundur, militer kami melakukan tembakan peringatan, namun kapal Korut itu menembak balik dan menolak mundur yang memaksa kami menembak lagi,” tambah keterangan itu sembari menambahkan, pada akhirnya kapal Korut itupun mundur kembali ke wilayahnya.

Sementara itu dalam kunjungan pejabat-pejabat tinggi Korut pada malam penutupan Asian Games di Incheon, hari Sabtu (4/10), kedua pihak setuju untuk membuka kembali perundingan damai kedua negara yang dibekukan selama beberapa bulan terakhir.

Kedua negara secara teknis masih terlibat perang setelah Perang Korea tahun 1950-1953 tidak diselesaikan dengan perjanjian perdamaian, melainkan hanya oleh perjanjian gencatan senjata.

Pada tahun 2010 hubungan kedua negara mencapai titik paling rendah setelah kapal perang Korsel, Cheonan, ditenggelamkan Korut di Laut Kuning
Disusul kemudian pada tanggal 22 November 2010, Korut menambaki pulau Yeonpyeongdo di Korsel dengan artileri. Insiden ini menewaskan 2 tentara Korsel dan melukai 17 lainnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL