taksi uberBeijing, LiputanIslam.com — Kantor perusahaan taxi Uber di Guangzhou digeledah polisi. Demikian sejumlah laporan menyebutkan.

Seperti dilansir BBC News, Minggu (3/5), media lokal Cina menyebutkan perusahaan yang berbasis di AS ini kini tengah diselidiki atas dugaan ‘mengorganisir sopir-sopir untuk menjalankan bisnis ilegal”.

Otoritas transportasi, polisi dan badan-badan industri dikabarkan telah menyita sejumlah peralatan perusahaan itu, termasuk telepon-telepon mobil. Pemerintah Cina, khususnya di Guangzhou, menganggap bisnis jasa penyewaan kendaraan yang melibatkan sopir-sopir swasta adalah ‘ilegal’.

“Departemen-departemen penegak hukum telah sampai pada tindakan keras terhadap bisnis ilegal seperti itu, setelah mereka dituduh merusak pasar dan kami tidak akan kompromi dengan kegiatan-kegiatan seperti itu,” kata jubir Komisi Transportasi Guangzhou dalam pernyataannya.

Uber, perusahaan jasa taksi pertama di dunia yang memanfaatkan aplikasi smartphone pertama beroperasi di Cina tahun lalu dan jasanya kini telah tersedia di kota Beijing, Hangzhou, Guangzhou dan Shenzhen.

Menurut laporan-laporan lainnya, kantor Uber di kota Shenzhen, Cina selata, juga telah diperiksa oleh otoritas setempat minggu ini.

Dalam pernyataannya, terkait dengan laporan itu, menejemen Uber mengatakan perusahaan itu bangga telah ‘menyediakan pilihan transportasi yang efisien dan nyaman bagi masyarakat, serta membantu mengurangi polusi’.

“Kami telah menjaga saluran-saluran yang terbuka dan bekerjasama dengan otoritas-otoritas lokal,” demikian pernyataan Uber.

Dalam sejumlah insiden terakhir di beberapa kota di Cina, para pengemudi taksi Uber telah dihentikan polisi dan didenda hingga $5.000. Demikian BBC menyebutkan.

Relatif mendapat sambutan baik di dunia, Uber mengalami masalah legalitas di sejumlah negara seperti Korea dan India. Mereka juga dianggap mengancam bisnis taksi tradisional.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL