burkina fasoOuagadougou, LiputanIslam.com — Presiden Burkina Faso Blaise Compaore menolak mundur dan bertekad melanjutkan pemerintahannya hingga setahun ke depan. Ini disampaikannya setelah warga yang marah kepadanya karena rencananya memperpanjang pemerintahannya, membakar kantor pemerintah dan parlemen.

Sebagimana laporan BBC News, pada hari Kamis (30/10) ribuan warga di ibukota negara Afrika itu, Ouagadougou, membakar gedung pemerintahan dan parlemen Burkina Faso setelah mendengar rencana Blaise Compaore untuk memperpanjang masa pemerintahan sementara yang dipimpinnya.

Blaise Compaore, mengatakan dirinya akan melanjutkan pemerintahan sementara hingga tahun depan sebelum menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan terpilih mendatang. Ia juga mengumumkan pencabutan status darurat.

Ia juga mengumumkan pencabutan undang-undang kontroversial yang memberinya kesempatan untuk maju lagi sebagai presiden mendatang.

Sebelumnya Compaore mengumumkan kondisi darurat dan memerintahkan militer untuk mengimplementasikannya dengan ketat. Namun komandan militer Jendral Honore Traore menegaskan bahwa “pemerintahan transisi akan dilaksanakan dengan melalui konsultasi semua kelompok”.

“Kembalinya ke orde konstitusi diharapkan tidak lebih dari 12 bulan,” kata Jendral Traore.

Utusan khusus Sekjend PBB untuk wilayah Afrika Barat  Mohamed Ibn Chambas, akan terbang ke Burkina Faso hari Jumat untuk meredakan ketegangan di negara itu. Demikian kantor Sekjend PBB mengumumkan.

Presiden mengatakan dirinya siap berdialog dengan semua kelompok politik untuk menentukan aturan-aturan tentang pemerintahan sementara yang akan dipimpinnya hingga pemilihan presiden mendatang. Ia juga memuji langkah militer dengan menyebutnya sebagai “langkah patriotik”.

Masa pemerintahan Compaore akan berakhir November tahun depan, jadi, menurutnya, ia berhak meneruskannya hingga tahun depan. Namun para pemimpin oposisi dan demonstran menuntutnya mundur saat ini juga.

Jendral Traore sendiri tidak menyinggung siapa yang harus memimpin pemerintahan sementara hingga tahun depan. Namun ia mengumumkan jam malam dan pembubaran parlemen.

Setidaknya seorang tewas dalam aksi protes menentang Compaore di ibukota kemarin. Namun dalam aksi-aksi lain di seluruh negeri, belasan orang meninggal dunia. Demikian pernyataan pemimpin oposisi Zephirin Diabre, kepada media setempat.

Para saksi mata menyebutkan sebagian tentara turut serta dalam aksi demonstrasi menentang presiden, termasuk juga mantan Menhan Jendral Kouame Lougue. Para demonstran menuntut penunjukan Lougue sebagai presiden sementara.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL