kantor kedutaan palestinaStockholm, LiputanIslam.com — Kantor kedutaan Palestina pertama di Eropa barat akhirnya dibuka di ibukota Swedia, Stockholm, Selasa (10/2) petang. Presiden Palestina Mahmoud Abbas hadir dalam peresmian tersebut.

Mengutip pernyataan kantor Perdana Menteri Swedia, Russia Today melaporkan, Abbass memuji dukungan Swedia yang konsisten selama ini terhadap Palestina yang berpuncak pada pembukaan kantor tersebut.

“Pengakuan Anda (Swedia)….. semoga akan mendorong perundingan-perundingan dalam proses perdamian,” kata Abbas dalam pembukaan tersebut yang didampingi Menlu Swedia Margot Wallstrom.

Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven dalam pernyataannya terkait dengan peresmian kantor kedutaan Palestina itu menyatakan, “Ada tantangan-tantangan: kita harus saling membantu untuk memerangi korupsi, meningkatkan persamaan gender, meningkatkan penghargaan terhadap HAM, dan tentu saja melanjutkan proses pembangunan.”

Dalam perjanjian kerjasama Swedia-Palestina yang baru saja ditandatangani, bantuan finansial Swedia kepada Palestina akan tumbuh sebesar 1,5 miliar kronas atau $179,74 juta selama 5 tahun mendatang.

Sebelum pembukaan kantor kedutaan tersebut, Palestina hanya memiliki Kantor Delegasi Umum Palestina di Stockholm. Palestina juga memiliki kantor-kantor misi diplomatik di sejumlah negara Eropa dan negara-negara lain di dunia.

Pada tanggal 30 Oktober 2014 lalu Swedia menjadi negara Eropa barat anggota Uni Eropa pertama yang secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat penuh. Langkah ini tentu saja mengundang kritikan Israel. Menlu Israel Avigdor Lieberman mengatakan bahwa “deklarasi maupun langkah pihak luar tidak akan mempengaruhi pembicaraan langsung antara pihak-pihak yang akan menjadi bagian dari kesepakatan antara Israel dan dunia Arab.”

Akibat langkah itu pula, Israel menolak kedatangan Menlu Swedia Margot Wallstrom bulan Januari lalu.

Akhir tahun lalu Parlemen Uni Eropa juga menetapkan pengakuan terhadap negara Palestina melalui pemungutan suara yang didukung oleh 498 anggota parlemen.

Meski pada tanggal 30 Desember lalu Dewan Keamanan PBB menolak pendirian negara Palestina, setidaknya 135 negara telah menyatakan mengakui kedaulatan Palestina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL