merkelBerlin, LiputanIslam.com — Kanselir Jerman Angela Merkel mendapat tekanan keras dari kubu oposisi menyusul terkuaknya skandal kerjasama badan inteligen Jerman (BND), dengan badan inteligen AS (NSA) untuk memata-matai warga dan perusahaan-perusahaan Jerman.

Wakil Kanselir Sigmar Gabriel mengakui bahwa BND telah membantu National Security Agency (NSA) memata-matai perusahaan-perusahaan Jerman.

Minggu lalu sebuah laporan BND yang bocor menyebutkan bahwa badan inteligen yang seharusnya bekerja untuk kepentingan Jerman justru membantu NSA mamata-matai warga dan perusahaan-perusahaan Jerman dan Uni Eropa. Terkait dengan hal ini perusahaan pembuat pesawat Eropa, Airbus, telah mengancam akan melakukan tuntutan terhadap pemerintah Jerman dan AS.

Pada hari Senin (4/5), seperti dilanporkan BBC News, Merkel membela diri dengan mendukung langkah BND tersebut. Meski prioritas utamanya adalah menjaga keamanan Jerman, dalam kasus terorisme internasional bekerjasama dengan NSA merupakan sebuah prioritas juga. Dan pemerintah akan mendukung penuh langkah-langkah BND tersebut, demikian kata Merkel dalam pernyataan publik pertamanya setelah terbongkarnya kasus ini.

“Kemampuan untuk menjalankan tugas-tugasnya menghadapi kejahatan terorisme internasional dilakukan dengan bekerjasama dengan badan-badan inteligen lainnya, dan itu termasuk dan yang paling utama adalah NSA,” kata Merkel.

Namun Sigmar Gabriel yang merupakan pemimpin partai koalisi SPD, meningkatkan tekanan kepada Merkel dengan menyerukan dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas insiden itu. Ia menyebut, pemerintah harus membongkar daftar warga dan perusahaan Jerman yang telah menjadi korban mata-mata BND untuk NSA.

Sebelumnya Gabriel telah mengajukan pertanyaan resmi dua kali kepada Merkel tentang apakah perusahaan-perusahaan Jerman menjadi korban mata-mata BND untuk NSA, dan kedua-duanya dijawab ‘tidak’ oleh Merkel.

Wakil Gabrial dari partai SPD, Ralf Stegner, mengatakan kepada koran Jerman Suddeutsche Zeitung bahwa ‘permainan Merkel’ telah berakhir dengan terbongkarnya dokumen kerjasama BND dengan NSA tersebut.

BND telah menjalin kerjasama dengan NSA selama bertahun-tahun, namun kini diketahui target-targetnya sudah terlalu jauh dari sekedar ancaman terorisme. Demikian BBC News menuliskan.

Dalam laporan yang bocor itu, misalnya, diketahui bahwa BND juga memata-matai Kementrian Luar Negeri dan Kepresidenan Perancis, serta Uni Eropa hingga perusahaan Airbus. Namun meski demikian Kepala BND Gerhard Schindler, membantah bahwa lembaganya telah menjadi kepanjangan tangan AS, dengan kata lain sebagai ‘pengkianat’.

“BND bukan alat kepentingan AS,” katanya.

Mendagri Thomas de Maiziere, yang juga mendapat tekanan untuk mundur terkait insiden ini, diharapkan akan memberikan kesaksian tentang masalah ini di depan komisi inteligen parlemen hari Rabu (5/5).

Merkel sendiri pernah dengan tegas mengatakan bahwa memata-matai sesama teman adalah tindakan yang tidak boleh dilakukan. Ini setelah terkuaknya laporan tentang kegiatan mata-mata yang dilakukan AS terhadapnya tahun 2013 lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL